OKI Tolak Normalisasi Hubungan UEA dengan Israel
-
Sekjen OKI
Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di statemennya menekankan pentingnya membentuk negara Palestina dengan ibukta Quds dan menyatakan, normalisasi hubungan negara-negara anggota dengan Israel tidak mungkin sebelum berakhirnya pendudukan di seluruh wilayah Palestina dan Arab termasuk Quds.
Seperti dilaporkan Pusat Informasi Palestina, Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen mengatakan, OKI akan mendukung setiap upaya untuk mensukseskan bangsa Palestina meraih hak legalnya termasuk hak kepulangan, hak menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara independen dengan ibukota Quds timur.
Statemen Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen ini dirilis setelah dua pekan dari pengumuman normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA ) dan rezim Zionis Israel.
Setelah bertahun-tahun hubungan rahasia antara UEA dan Israel, Presiden AS Donald Trump 13 Agustus 2020 secara resmi mengkonfirmasi kesepakatan Abu Dhabi dan Tel Aviv untuk menggalang hubungan resmi.
Putra Mahkota UEA saat menjustifikasi normalisasi hubungan negaranya dengaN Israel mengklaim bahwa kesepakatan ini untuk mencegah aneksasi Tepi Barat Sungai Jordan ke wilayah pendudukan oleh Israel. Klaim ini justri ditolak oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Netanyahu menyatakan, rencana aneksasi 30 persen wilayah Tepi Barat ke bumi pendudukan tidak dibatalkan, tapi sementara ditangguhkan. (MF)