Transformasi Asia Barat, 1 September 2020
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i84845-transformasi_asia_barat_1_september_2020
Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai penentangan OKI terhadap normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 01, 2020 11:24 Asia/Jakarta
  • Bendera negara-negara anggota OKI
    Bendera negara-negara anggota OKI

Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai penentangan OKI terhadap normalisasi hubungan dengan rezim Zionis.

Selain itu, masalah ledakan terbaru di UEA, pejabat senior rezim Zionis mengundurkan diri, drone Yaman menyerbu Bandara Abha Saudi, Aoun mengatakan bahwa saatnya sistem sektarian dihapuskan dari Lebanon, dan kelompok teroris Daesh menyerang pos polisi wilayah barat Irak.

 

Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen

 

OKI Menentang Normalisasi Hubungan dengan Rezim Zionis

Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dalam statemennya menyinggung pentingnya membentuk negara Palestina dengan ibukota Quds dan menyatakan bahwa normalisasi hubungan negara-negara anggota dengan Israel tidak mungkin sebelum berakhirnya pendudukan di seluruh wilayah Palestina dan Arab termasuk Quds.

Seperti dilaporkan Pusat Informasi Palestina, Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen mengatakan, OKI akan mendukung setiap upaya untuk mensukseskan bangsa Palestina meraih hak legalnya termasuk hak kepulangan, hak menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara independen dengan ibukota Quds timur.

Statemen Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen ini dirilis setelah dua pekan dari pengumuman normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA ) dan rezim Zionis Israel.

Setelah bertahun-tahun hubungan rahasia antara UEA dan Israel, PresidenAS Donald Trump 13 Agustus 2020 secara resmi mengkonfirmasi kesepakatan Abu Dhabi dan Tel Aviv untuk menggalang hubungan resmi.

Putra Mahkota UEA saat menjustifikasi normalisasi hubungan negaranya dengan Israel mengklaim bahwa kesepakatan ini untuk mencegah aneksasi Tepi Barat Sungai Jordan ke wilayah pendudukan oleh Israel. Klaim ini justri ditolak oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Netanyahu menyatakan, rencana aneksasi 30 persen wilayah Tepi Barat ke bumi pendudukan tidak dibatalkan, tapi sementara ditangguhkan.

 

Sejumlah Ledakan Terjadi di UEA

Tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam dua ledakan terpisah di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) dan pusat pariwisata, Dubai pada hari Senin, 31 Agustus 2020. Ledakan di Abu Dhabi terjadi di sekitar Jalan Rashid bin Saeed, tepatnya di restoran KFC dan Hardees yang berada di area tersebut.

Berdasarkan keterangan polisi dan media lokal, lokasi ledakan terletak tak jauh dari jalan utama menuju bandara, di mana para pembantu utama Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mendarat pada Senin malam, dalam perjalanan bersejarah dalam hubungan diplomatik antara UEA dan Israel.

Polisi mengatakan, insiden di Abu Dhabi juga menyebabkan beberapa luka ringan dan sedang, dan warga di gedung di sekitarnya dievakuasi. Namun menurut kantor media pemerintah Abu Dhabi, ledakan itu disebabkan oleh tabung gas.

 

Presiden AS, PM Israel dan pemimpin UEA

 

Reuters: Netanyahu Bersama Menantu Trump akan Kunjungi UEA

Reuters melaporkan rencana kunjungan Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu bersama para penasehatnya ke Uni Emirat Arab (UEA)

Reuters hari Minggu (30/8/2020) mengabarkan Jared Kouchner, menantu dan penasihat senior Presiden AS Donald Trump juga akan mendampingi Benjamin Netanyahu dalam kunjungannya ke UEA tersebut.

Netanyahu hari ini bertemu dengan Kouchner dan Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien, dan mengatakan dirinya akan mengadakan pembicaraan rahasia dengan beberapa pemimpin Arab untuk menormalkan hubungan.

Pada 13 Agustus 2020, UEA dan Israel mengumumkan kesepakatan untuk memulai normalisasi hubungan diplomatik.

Perjanjian tersebut menyulut banyak kritik dari berbagai kalangan di Palestina dan dunia Islam.

 

 

Benjamin Netanyahu

 

Protes Netanyahu, Pejabat Senior Rezim Zionis Mengundurkan Diri

Seorang pejabat senior kabinet rezim Zionis Israel mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk protes terhadap lemahnya kabinet Netanyahu dalam penanganan krisis ekonomi yang disebabkan penyebaran virus Corona.

Shaul Meridor hari Minggu (30/8/2020) mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala departemen anggaran di Kementerian Keuangan rezim Zionis Israel.

Ia mengkritik pemerintah Netanyahu, dan mengatakan bahwa Israel akan membayar mahal di tahun-tahun mendatang karena krisis ekonomi.

Selama beberapa pekan terakhir terjadi gelombang unjuk rasa  memprotes kebijakan Perdana Menteri Israel.

Para pengunjuk rasa telah menyerukan pengunduran diri perdana menteri Israel sesegera mungkin, dan mengkritik kinerja kabinetnya yang buruk dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 serta kasus korupsi yang melilit Netanyahu dan istrinya.

 

Drone Yaman

 

Drone Yaman Serbu Bandara Abha Saudi

Pesawat nirawak Yaman melancarkan serangan ke arah bandara internasional Abha di provinsi Asir, yang terletak di wilayah selatan Arab Saudi.

Kantor berita resmi Saudi mengutip pernyataan Turki al-Maliki, juru bicara koalisi agresi yang dipimpin Saudi di Yaman mengonfirmasi serangan pesawat tak berawak Yaman di bandara Abha, dan mengklaim pasukan Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan pesawat tak berawak yang sarat bahan peledak.

Hingga kini, pihak Yaman belum berkomentar menyikapi klaim tersebut.

Bandara Abha di wilayah selatan Arab Saudi telah menjadi sasaran unit drone dan rudal militer dan komite rakyat Yaman.

Bandara tersebut menjadi pangkalan pengisian bahan bakar dan dukungan untuk jet tempur yang digunakan dalam serangan koalisi Saudi di Yaman.

Arab Saudi yang didukung Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 hingga kini dan melakukan blokade darat, laut, dan udara.

Perang yang disulut Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sejauh ini telah menewaskan lebih dari 16.000 orang Yaman, melukai puluhan ribu orang, dan membuat jutaan orang Yaman kehilangan tempat tinggal.

 

 

Michel Aoun

 

Aoun: Saatnya Sistem Sektarian Dihapuskan dari Lebanon!

Presiden Lebanon mengatakan sudah waktunya untuk mengubah sistem sektarian di Lebanon, yang selama ini menjegal segala bentuk upaya konstruktif untuk melakukan reformasi.

Michel Aoun dalam pidato peringatan 100 tahun berdirinya "Lebanon Besar" Minggu malam mengatakan bahwa Lebanon saat ini berada dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mencakup krisis politik, ekonomi, finansial hingga sosial.

Presiden Lebanon menilai sistem sektarian yang didasarkan pada hak-hak kesukuan dan kuota di antara mereka saat ini menjadi penghambat pembangunan Lebanon, reformasi dan pemberantasan korupsi, dan juga menjadi faktor pemecah dan perpecahan.

"Rakyat Lebanon menginginkan perubahan dalam struktur negara, dan tuntutan mereka harus dihormati. Kini, waktu untuk perubahan," kata Aoun.

"Orang-orang Lebanon berhak memiliki pemerintahan yang memiliki kompetensi, dan hukum yang menjamin hak-hak yang adil untuk semua orang, sehingga nasib negara bergantung pada suara warga, bukan para pemimpin suku," tegasnya.

 

Teroris Daesh di Irak

 

Daesh Serang Pos Polisi Wilayah Barat Irak

Milisi teroris Daesh yang masih tersisa di Irak melancarkan serangan terbaru terhadap pos polisi wilayah barat Irak.

Sebanyak lima polisi Irak tewas dan terluka dalam serangan yang dilancarkan miisi teroris Daesh terhadap sebuah pos keamanan di Irak barat.

"Akibat serangan itu, tiga polisi Irak tewas dan dua lainnya luka-luka," kata Ahmad Jedian, bupati kota al-Qaim di provinsi al-Anbar.

Sementara itu, teroris Daesh semalam menyerang sebuah desa di kota Khanaqin di provinsi Diyala  wilayah timur Irak yang  menewaskan satu warga sipil dan menculik dua lainnya.

Pasukan keamanan melancarkan operasi pencarian skala besar untuk menumpas para teroris yang masih tersisa di negara Arab ini.

Meski berhasil mengalahkan kelompok teroris Daesh di Irak, tapi sejumlah anggota kelompok teroris ini masih beroperasi di berbagai pelosok negeri dan melancarkan aksi teror secara sporadis.(PH)