Transformasi Asia Barat, 6 September 2020
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i84981-transformasi_asia_barat_6_september_2020
Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai kunjungan presiden Prancis ke Irak.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 06, 2020 08:02 Asia/Jakarta
  • Kunjungan Presiden Prancis ke Irak
    Kunjungan Presiden Prancis ke Irak

Transformasi Asia Barat sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai kunjungan presiden Prancis ke Irak.

Selain itu, penegasan parlemen Irak tentang penarikan pasukan AS dari negaranya, laporan PBB yang menunjukkan  Arab Saudi menggunakan bom terlarang di Yaman, pernyataan militer Lebanon bahwa Israel harus keluar dari seluruh wilayahnya, statemen PLO bahwa Palestina menjadi korban ambisi pemilu Trump dan jet tempur Arab Saudi keliru membombardir pasukannya sendiri di Yaman.

 

 

Presiden Irak dan Prancis

 

Presiden Prancis Kunjungi Irak

Prancis mengambil langkah diplomatik selama sebulan terakhir untuk meningkatkan perannya di Asia Barat dalam bentuk kunjungan presiden Emmanuel Macron ke Lebanon dan dilanjutkan ke Irak.

Kedatangan Emmanuel Macron secara resmi disambut oleh Presiden Irak, Barham Salih, dan Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi, serta Ketua Parlemen Irak Mohammed al-Halbousi di istana Kepresidenan Irak untuk membahas situasi di negara ini dan kawasan.

Lawatan Macron ini menjadi kunjungan kedua seorang pejabat tinggi Prancis ke Irak selama sepekan terakhir. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly mengunjungi Irak pada Kamis (27/8/2020) dan berbicara dengan para pejabat tinggi di Baghdad dan daerah otonomi Kurdi Irak.

Tampaknya, di tengah semakin berkurangnya peran Eropa dalam transformasi kawasan Asia Barat di tengah dominasi peran Amerika Serikat, Prancis berniat untuk mengambil peran tersebut.

Ledakan besar di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus 2020 membuka jalan bagi intervensi nyata Prancis dalam perkembangan di Lebanon dengan dua kunjungan Macron baru-baru ini dan presentasi rencana untuk melakukan perubahan mendasar di negara Arab itu.

Sekarang, presiden muda Prancis, yang tampaknya ingin memainkan peran yang lebih besar di Asia Barat, mengambil kesempatan untuk melakukan perjalanan ke Irak demi membuka jalan bagi peningkatan pengaruhnya.

Prancis termasuk salah satu mitra militer dan senjata terbesar rezim Ba'ath Irak, dan memainkan peran signifikan dalam mempersenjatai Saddam menyulut perang delapan tahun yang dipaksakan terhadap Iran.

Kini, Prancis, yang memiliki peran kecil di kancah ekonomi dan militer Irak karena kehadiran dominan AS berupaya meningkatkan pengaruhnya di negara Arab ini.

 

Parlemen Irak

 

Parlemen Irak: Penarikan Pasukan AS Harus Dijalankan !

Para wakil fraksi parlemen Irak kembali menekankan penentangan keras terhadap berlanjutnya kehadiran pasukan AS di negaranya.

Perwakilan dari berbagai fraksi di parlemen Irak menyatakan perlunya menjalankan agenda rencana penarikan pasukan Amerika dari negaranya, yang telah disetujui oleh parlemen Irak awal tahun ini.

Pada 5 Januari 2020, parlemen Irak menyetujui rencana penarikan pasukan AS dari negara Arab ini.

Mohammad Karim, anggota fraksi Sadiqun mengatakan, "Negosiator Irak harus mendesak Washington supaya tidak mencampuri urusan internal Baghdad dan menghormati kedaulatan Irak dan menarik pasukannya, sehingga Irak tidak menjadi medan perang,".

Ahmed al-Assadi, seorang anggota faksi Fatah di parlemen Irak, mengatakan pihaknya telah mengingatkan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi  mengenai penentangan rakyat Irak terhadap berlanjutnya kehadiran pasukan AS di negaranya.

 

Bom cluster yang digunakan Arab Saudi di Yaman

 

PBB: Saudi Gunakan Bom Terlarang di Yaman

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sebuah laporan terbarunya menyatakan bahwa koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi menggunakan bom terlarang, termasuk bom cluster dalam serangan di kota Al-Hudaydah di wilayah barat Yaman.

PBB dalam laporannya mengkritik keras penggunaan bom cluster di Yaman oleh koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi.

"Penggunaan bom cluster dilarang berdasarkan Konvensi Munisi Tandan yang disahkan tahun 2008," kata PBB dalam statemen terbarunya.

Jet-jet tempur Arab Saudi berulangkali menggunakan bom cluster untuk mengebom berbagai kota di Yaman.

Amnesti International baru-baru ini memperingatkan bahwa keberadaan bom cluster yang tidak meledak di Yaman telah mengubah beberapa bagian negara itu menjadi ladang ranjau.

Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain melancarkan serangan militer dan blokade terhadap Yaman sejak Maret 2015 yang berlanjut hingga kini.

 

Militer Lebanon

 

Militer Lebanon: Israel Harus Keluar dari Seluruh Wilayah Kami !

Angkatan Bersenjata Lebanon mengumumkan, rezim Zionis Israel harus keluar dari seluruh wilayah Lebanon, dan wilayah-wilayah yang didudukinya.

Militer Lebanon, Kamis (3/9) malam merilis pernyataan hasil dari sebuah pertemuan luar biasa di kawasan Ras Al Naqoura di selatan Lebanon.

Pertemuan itu dipimpin Komandan UNIFIL di selatan Lebanon, Mayjend Stefano Del Col, dan dihadiri oleh delegasi perwira militer Lebanon.

Situs berita El Nashra mengabarkan, delegasi Lebanon dalam pertemuan itu menegaskan bahwa Israel harus keluar dari seluruh wilayah pendudukan termasuk wilayah dekat utara jalur biru, pertanian Shebaa, dataran tinggi Kfar Saba, bagian utara wilayah Al Ghajar, dan wilayah pendudukan B1.

Delegasi Lebanon juga menekankan komitmen terhadap haknya di perairan negara ini, dan meminta PBB untuk menekan Israel agar menghentikan agresi dan ketegangan.

Para perwira militer Lebanon juga mendesak PBB untuk mengusut pemboman wilayah Lebanon pada 27 Juli dan 25-31 Agustus 2020.

 

Saeb Erekat

 

PLO: Palestina Korban Ambisi Pemilu Trump

Sekretaris Jenderal Komisi Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengatakan bahwa Palestina telah menjadi korban ambisi pemilu Presiden AS Donald Trump.

Saeb Erekat di akun Twitter-nya hari Jumat (4/9/2020) mengatakan bahwa pemerintahan Trump berupaya mendorong berbagai negara secara ilegal mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel.

Sekjen Komisi Eksekutif PLO menilai langkah Trump tersebut  melanggar hukum internasional.

Menurut Erekat, tim kampanye Donald Trump akan melakukan segalanya demi terpilihnya kembali Trump sebagai presiden AS, bahkan jika itu harus menghancurkan perdamaian dan ketertiban dunia.

Sekjen Komite Eksekutif PLO meminta Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil tindakan serius terhadap kejahatan dan pelanggaran rezim Zionis terhadap Palestina.

Melanjutkan upaya anti-Palestina, Donald Trump pada hari Jumat mengumumkan normalisasi hubungan antara Kosovo dan rezim Zionis, serta komitmen Serbia untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.

 

 

Jet tempur Arab Saudi

 

Jet Tempur Saudi Keliru Bombardir Pasukannya Sendiri di Yaman

Jet tempur koalisi agresor Saudi secara keliru menargetkan tentara bayaran yang berafiliasi dengan pemerintah Presiden Yaman yang digulingkan Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Sumber militer Yaman hari Jumat (4/9/2020) mengatakan jet tempur koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi membom secara keliru markas besar pasukan Abd Rabbuh Mansour Hadi di gurun Al-Alam di provinsi Marb, yang mengakibatkan sejumlah pasukannya  tewas dan terluka.

Selama lima tahun terakhir, jet-jet tempur Saudi telah menargetkan 63 kali posisi pasukan bayarannya sendiri di Yaman terutama di provinsi Marib, Al-Jawf dan Nahm.

Arab Saudi yang  didukung Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan blokade darat, laut, dan udara yang terus berlanjut hingga kini.

Serangan militer tersebut telah menewaskan lebih dari 16.000 orang Yaman, melukai puluhan ribu orang, dan membuat jutaan orang Yaman kehilangan tempat tinggalnya. (PH)