Ansarullah: Berlanjutnya Perang Yaman akan Gagal seperti Unjuk Kekuatan AS
-
Mohammad Ali al-Houthi
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman mengatakan, seperti pamer kekuatan di pemilu AS gagal, sikap keras kepala para agresor untuk melanjutkan perang di Yaman juga akan sia-sia.
Seperti dilaporkan IRNA, Mohammad Ali al-Houthi Ahad (8/11/2020) seraya mengisyaratkan kekalahan Donald Trump di pemilu presiden Amerika menamnahkan, interaksi dengan Republik Yaman dengan mencabut blokade dan mengakhiri agresi adalah pintu sejati perdamaian.
Ahmad Hamid, ketua Kantor Dewan Politik Yaman sebelumnya menyatakan, miliaran dolar yang keluarkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk memenangkap Trump di pemilu dengan harapan terus mendapat dukungannya di perang Yaman, sia-sia.
Setelah beberapa hari konflik politik intens di AS, media utama negara ini mengumumkan kemenangan Joe Biden di pilpres dan ini menjadi presiden ke-46 Amerika.
Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman para Maret 2015 dan memblokade negara ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang dan melukai puluhan ribu lainnya serta memaksa jutaan warga Yaman mengungsi. (MF)