24 Jam, Saudi Langgar Gencatan Senjata 200 Kali di Yaman
-
Serangan koalisi Saudi terhadap Yaman
Koalisi agresor pimpinan Arab Saudi kembali melanggar gencatan senjata di wilayah barat Yaman sebanyak 200 kali dalam 24 jam terakhir.
Pejabat militer Yaman Minggu (27/12/2020) mengatakan bahwa agresor Saudi dan tentara bayaran mereka telah mengerahkan jet tempur dan drone militer, menembakkan 45 rudal, dan 122 serangan udara di berbagai daerah Al-Hudaydah.
Gencatan senjata yang disepakati di Swedia antara delegasi Sana'a dan Riyadh dimulai pada hari Selasa, 18 Desember 2018 di provinsi Al-Hudaydah, tetapi koalisi Saudi melanggarnya setiap hari.
Pelabuhan Al-Hudaydah merupakan rute utama untuk bantuan kemanusiaan ke Yaman.
Putaran keempat perundingan damai Yaman di Stockholm dimulai pada 6 Desember 2018 yang dipimpin oleh Martin Griffiths, selaku utusan khusus sekretaris jenderal PBB urusan Yaman.
Berbagai langkah untuk mengakhiri perang Yaman sejauh ini membentur dinding karena Arab Saudi dan sekutunya melanggar perjanjian yang telah dicapai bersama.
Arab Saudi, dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lain meluncurkan invasi militer ke Yaman pada Maret 2015. Agresi militer tersebut telah menewaskan lebih dari 16.000 orang warga Yaman, melukai puluhan ribu lainnya, dan menyengsarakan jutaan orang.(PH)