Yaman Siap Hentikan Serangan Drone dan Rudal, tapi Ada Syaratnya
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i91374-yaman_siap_hentikan_serangan_drone_dan_rudal_tapi_ada_syaratnya
Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman mengumumkan kesiapan negaranya untuk menghentikan serangan drone dan rudal, jika koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi berhenti membom Yaman.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 14, 2021 11:53 Asia/Jakarta
  • Rudal Yaman
    Rudal Yaman

Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman mengumumkan kesiapan negaranya untuk menghentikan serangan drone dan rudal, jika koalisi agresor yang dipimpin Arab Saudi berhenti membom Yaman.

Mohammad Ali Al-Houthi hari Sabtu (13/2/2021) mengatakan, "Jika negara-negara agresor menghentikan pemboman, maka kami  juga akan menghentikan serangan pesawat nirawak dan rudal,".

"Masalahnya sampai sekarang, pesawat Amerika, Inggris dan Eropa terus membom berbagai wilayah Yaman," ujar Ali Al-Houthi.

Menteri Penerangan Yaman menyatakan rakyat negaranya meragukan keseriusan pernyataan presiden AS baru-baru ini tentang penghentian perang.

Zaifullah Al-Shami hari Sabtu (13/2/2021) mengatakan, Amerika Serikat saat ini sedang mencoba untuk meredam kebencian publik internasional terhadap dirinya sendiri, di sisi lain berupaya meningkatkan tekanan terhadap rakyat Yaman dengan blokadenya."

Tentara Yaman dan pasukan Ansarullah melancarkan perlawanan dengan menembakkan rudal dan drone untuk menyerang berbagai target strategis Arab Saudi. 

Selain itu, saat ini pasukan Yaman berhasil merebut kamp strategis Kofel, salah satu markas militer terbesar di barat kota Marib dari tangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Para pakar militer percaya bahwa setelah mengendalikan kamp Kofel, pasukan Yaman diperkirakan akan segera menguasai seluruh kota Marib dan ini akan menjadi sebuah pencapaian militer yang sangat penting.(PH)