Pembebasan Marib, Penentu Masa Depan Perang Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i92114-pembebasan_marib_penentu_masa_depan_perang_yaman
Provinsi Marib yang terletak di timur laut Sanaa baru-baru ini menjadi pusat pertempuran pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dengan pasukan Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 24, 2021 17:05 Asia/Jakarta
  • pertempuran di Marib
    pertempuran di Marib

Provinsi Marib yang terletak di timur laut Sanaa baru-baru ini menjadi pusat pertempuran pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dengan pasukan Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman.

Agresi militer yang dilancarkan koalisi Saudi sejak 26 Maret 2015 ke Yaman, memasuki tahun keenam, dan pertempuran saat ini terpusat di Provinsi Marib.

Saudi yang sebelumnya mengira bisa menaklukkan Yaman dalam waktu kurang dari satu bulan berdasarkan kalkulasi keliru dan ambisi Putra Mahkota Mohammed bin Salman, kali ini tampaknya telah kehilangan harga diri di hadapan Yaman.

Sehubungan dengan urgensitas Marib, pakar urusan militer Yaman, Majid Shamsan mengatakan, pertempuran untuk membebaskan Marib sangat menentukan, bukan hanya dalam agresi militer Saudi saja, tapi dalam seluruh sejarah kontemporer Yaman, pasalnya provinsi ini selama beberapa dekade berada di bawah kekuasaan Saudi lewat tangan pemerintahan terguling Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Taktik Saudi untuk mencapai tujuan dan mencegah kekalahannya di Marib, adalah dengan melakukan pengeboman setiap hari, mengirim ekstremis dari provinsi Yaman lain ke Marib, dan meminta bantuan kelompok teroris Daesh.

Surat kabar Al Akhbar menulis, Riyadh untuk mencegah kejatuhan Marib, mengerahkan ribuan ekstremis dari Shabwa, Abyan, Hadhramaut, Aden, Lahij, Taiz dan pesisir pantai barat Yaman ke Marib untuk melindungi wilayah kekuasaan terakhirnya di Yaman itu.

suku-suku Marib

 

Melawan taktik ini, Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman yang sampai sekarang terus mengalami kemajuan dalam perang ini, terutama secara psikologis, dan mendapat kepercayaan tinggi dari rakyat, mendesak pembebasan penuh Marib, dan mengakhiri pendudukan Saudi di sana.

Juru bicara Ansarullah yang juga Ketua Tim Juru Runding Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman, Mohammed Abdulsalam menuturkan, mengusir penjajah merupakan kewajiban setiap warga Yaman, dan kerja sama dengan putra-putra bangsa ini untuk membebaskan seluruh provinsi diperlukan sehingga tidak ada satu provinsi Yaman yang jadi pangkalan musuh lagi, dan jadi tempat untuk melancarkan serangan terhadap rakyat Yaman lewat operasi militer.

Salah satu yang dilakukan Ansarullah untuk memenangkan pertempuran di Marib, adalah mencapai kesepakatan dengan kepala sejumlah banyak suku di provinsi ini. Dukungan suku-suku Marib terhadap Ansarullah menyebabkan kelompok itu semakin kuat dalam menghadapi pasukan pro-Saudi.

Operasi pembebasan Marib juga kembali mengungkap pertikaian di dalam koalisi pimpinan Saudi. Jika pemerintah Mansour Hadi dukungan Saudi sampai kehilangan Marib, maka secara praktis 13 provinsi di utara Yaman akan berada di bawah kekuasaan Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman.

Koran Al Akhbar menulis, Dewan Transisi Selatan afiliasi Uni Emirat Arab tidak bersedia mengirim pasukannya ke Marib, dan meski Saudi membujuknya, kelompok ini tetap tidak mau mengirim orang ke Marib.

Kemenangan militer dan komite rakyat Yaman dalam operasi Marib selain menyebabkan mereka berhasil mengontrol wilayah utara Yaman, juga membuka kesempatan pergerakan ke arah wilayah selatan, dan dimulainya putaran baru dalam pertempuran di front selatan, dan tegakknya kedaulatan serta integritas teritorial Yaman. (HS)