Transformasi Asia Barat, 19 Juni 2021
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i99476-transformasi_asia_barat_19_juni_2021
Dinamika Asia Barat sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai perdana menteri baru rezim Zionis, Naftali Bennett menggantikan Benjamin Netanyahu.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 19, 2021 10:59 Asia/Jakarta
  • Naftali Bennett dan Benjamin Netanyahu
    Naftali Bennett dan Benjamin Netanyahu

Dinamika Asia Barat sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai perdana menteri baru rezim Zionis, Naftali Bennett menggantikan Benjamin Netanyahu.

Selain itu, Palestina berhasil menembak jatuh drone militer Israel di Gaza, pemukim Zionis menyebut balon api tak kalah berbahaya dari rudal, Bahrain membangun komunikasi dengan pemerintah baru Israel, AS melarang Irak merilis hasil investigasi teror Syahid Soleimani, PGCC ingin dilibatkan dalam perundingan puklir Iran, Suriah membuka kembali penerbangan langsung ke UEA, Bin Salman siap memberikan konsesi baru ke pemerintah Yaman dan rezim Al Saud mengeksekusi mati pemuda Syiah.

 

Naftali Bennett

 

Era Netanyahu Berakhir, Naftali Bennett PM Israel Baru

Dalam pemungutan suara yang dilakukan Parlemen rezim Zionis Israel atau Knesset, Minggu (13/6/2021) malam, Naftali Bennet berhasil meraih kepercayaan Parlemen dan terpilih sebagai Perdana Menteri Israel yang baru.

Pemungutan suara di Knesset itu dipimpin oleh Michael Levi dari Partai Yesh Atid, sebelumnya Parlemen Israel dipimpin oleh Yariv Levin dari Partai Likud yang diketuai Netanyahu.

Dalam pemungutan suara itu, 60 anggota Parlemen Israel memberikan suara mendukung kabinet Naftali Bennet, dan 59 anggota lainnya memberikan suara menolak.

Setelah mendapat kepercayaan dari anggota Knesset, Naftali Bennet kemudian disumpah, dan mengakhiri 12 tahun kepemimpinan Benjamin Netanyahu di Israel. Untuk selanjutnya Netanyahu akan memimpin kubu oposisi di Knesset.

Dengan demikian Naftali Bennet menjadi PM Israel ke-13, dan memimpin kabinet rezim Zionis yang ke-36.

 

 

Palestina Tembak Jatuh Drone Militer Israel di Gaza

Pasukan perlawanan Palestina berhasil menembak jatuh pesawat nirawak Israel di Jalur Gaza.

Saberin News melaporkan, pasukan perlawanan Palestina menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak Israel di sebelah barat Kota Gaza pada Jumat (18/6/2021) pagi.

Drone-drone rezim Zionis menargetkan pangkalan milik pasukan perlawanan di timur Beit Lahia, yang terletak di utara Jalur Gaza.

Media tidak menyebutkan rincian dan jumlah korban tewas dan luka-luka serta jumlah kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan terbaru militer Israel ke Gaza.

Rezim Zionis secara efektif telah melanggar perjanjian gencatan senjata dengan kelompok perlawanan Palestina.

Pada 10 Mei, rezim Zionis melancarkan perang melawan Palestina di Tepi Barat dan Gaza, tetapi, bertentangan dengan harapannya, mendapat tanggapan rudal yang sengit dari pasukan Perlawanan Palestina, yang menyebabkan rezim Zionis mangajukan gencatan senjata.

 

 

Pemukim Zionis Sebut Balon Api Tak Kalah Berbahaya dari Rudal

Seiring dimulainya gelombang baru pengiriman balon api dari Jalur Gaza ke distrik-distrik Zionis di sekitar Jalur Gaza, para pemukim Zionis mengakui bahaya balon api Palestina tidak kalah dari rudal.

Dikutip situs Arabi 21, Kamis (17/6/2021), balon-balon api warga Palestina di Jalur Gaza sudah diterbangkan ke distrik-distrik Zionis sejak 15 tahun lalu, dan telah menyebabkan kebakaran luas di distrik Israel.

 Di sisi lain situs surat kabar Israel Hayom menulis, para pemukim Zionis di sekitar Jalur Gaza menegaskan bahwa bahaya balon-balon api bukan saja tidak kalah dari rudal Palestina, bahkan terkadang lebih merusak.

Sejak dua hari lalu balon-balon api mulai diterbangkan lagi oleh kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza ke distrik-distrik Zionis sehingga menyebabkan 24 insiden kebakaran.

 

 

Menlu Bahrain

 

Bahrain Bangun Komunikasi dengan Pemerintah Baru Israel

Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif Al Zayani mengatakan negaranya sedang berkomunikasi dengan kabinet baru rezim Zionis dalam upaya untuk membawa “perdamaian” di wilayah pendudukan.

Seperti dilansir Reuters, Al Zayani menuturkan pada hari Rabu (16/6/2021) bahwa Bahrain ingin mengetahui kebijakan kabinet baru Israel tentang perdamaian dan mengakhiri konflik Palestina.

“Komunikasi didorong oleh pendekatan Bahrain yang berpijak pada pemahaman, dialog dan kerja sama di antara orang-orang,” tambahnya.

Meskipun rakyat Palestina menekankan perlawanan sampai penjajahan Israel berakhir, namun pemerintah Bahrain justru ingin mendorong Palestina menerima kompromi dengan rezim Zionis.

Bahrain setuju menormalisasi hubungan dengan Israel pada September 2020 melalui mediasi mantan Presiden AS Donald Trump.

Putra Mahkota Bahrain, Salman bin Hamad Al Khalifa pada Senin lalu mengucapkan selamat kepada Perdana Menteri baru Israel, Naftali Bennett, dan mengharapkan kesuksesan untuknya.

 

Kedutaan Besar AS di Irak

 

AS Larang Irak Rilis Hasil Investigasi Teror Syahid Soleimani

Juru bicara Gerakan Asaib Ahl Al Haq Irak mengatakan, meski penyelidikan terkait teror para komandan poros perlawanan di Baghdad sudah berlalu lama, namun Amerika Serikat terus melarang Irak untuk mengumumkan hasil investigasi ini.

Mahmood Rubai, Kamis (17/6/2021) seperti dikutip situs Al Ahad menuturkan, hasil investigasi seputar teror Letjen Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds, IRGC dan Abu Mahdi Al Muhandis, Wakil Ketua Hashd Al Shaabi, Irak, meski sudah terbukti siapa pelakunya, namun sampai sekarang belum juga diumumkan.

Ia menambahkan, AS terus memberikan tekanan politik kepada pemerintah Irak, supaya Baghdad tidak mengumumkan orang-orang yang terlibat dalam teror kedua komandan poros perlawanan ini.

Menurut Mahmood Rubai, AS berperan besar dalam upaya mencegah hasil penyelidikan teror tersebut disampaikan kepada publik. Pada saat yang sama Rubai meminta pemerintah Irak untuk segera mengumumkan hasil investigasi kepada rakyat negara ini.

 

P-GCC

 

PGCC Ingin Dilibatkan dalam Perundingan Nuklir Iran

Menteri Luar Negeri negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk Persia, PGCC dalam pernyataannya di akhir pertemuan yang digelar hari Rabu (16/6/2021) di Riyadh, Arab Saudi meminta dilibatkan dalam perundingan nuklir Iran.

Pertemuan Menlu negara-negara anggota PGCC ke-48 di Riyadh digelar untuk memperkuat hubungan strategi negara-negara anggota, dan pertukaran pendapat terkait perkembangan terbaru kawasan dan dunia.

Tanpa menyinggung sedikit pun agresi militer Arab Saudi ke Yaman, PGCC menyebut militer dan komite rakyat Yaman sebagai ancaman bagi keamanan kawasan dan dunia.

Di bagian lain pernyataannya, PGCC mengulang tuduhan tak berdasar terhadap Iran. Menurut mereka Tehran berusaha mengacaukan keamanan dan stabilitas kawasan, oleh karena itu partisipasi setiap anggota PGCC dalam perundingan nuklir Iran, merupakan masalah yang penting.

 

Suriah Buka Kembali Penerbangan Langsung ke UEA

Kementerian Perhubungan Suriah mengumumkan dimulainya kembali penerbangan langsung dari Bandara Internasional Damaskus ke Dubai dan Sharjah minggu depan.

Dilansir kantor berita resmi Suriah (SANA), Kemenhub Suriah pada Rabu (16/6/2021) meminta calon penumpang untuk mengunjungi kantor maskapai penerbangan Syrianair untuk masalah harga tiket dan reservasi.

Syrianair dijadwalkan mengoperasikan tiga penerbangan ke Sharjah dan empat penerbangan ke Dubai setiap minggu.

Uni Emirat Arab, Irak dan Oman termasuk di antara negara Arab pertama yang melanjutkan penerbangan ke Suriah setelah lebih dari 10 tahun terhenti.

 

Mohammed bin Salman

 

Bin Salman Siap Berikan Konsesi Baru ke Pemerintah Yaman

Sebuah sumber Saudi mengklaim bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) setuju memberikan konsesi baru kepada pemerintah Yaman di Sana’a dengan imbalan diakhirinya serangan terhadap wilayah Arab Saudi.

Dikutip dari laman Farsnews, sebuah sumber penting di Riyadh berkata kepada Saudi Leaks, Rabu (16/6/2021) bahwa MBS menyetujui konsesi baru untuk membujuk pemerintah Yaman menghentikan serangan militer di Saudi dan duduk di meja perundingan.

“Hal ini telah disampaikan kepada mediator internasional,” tambahnya.

Sumber tersebut menuturkan, delegasi Oman yang berkunjung ke Sana’a pekan lalu telah memberitahu pemerintah Yaman tentang konsesi baru ini.

“MBS setuju untuk membayar puluhan miliar dolar ke Yaman untuk membangun kembali daerah-daerah di bawah kendali pemerintah Sana’a dan juga mengakui kedaulatan mereka di Yaman Utara,” ungkapnya.

Menurut sumber itu, Sana’a menyambut baik tawaran tersebut, tetapi mengatakan bandara Sana’a dan pelabuhan al-Hudaydah juga harus dibuka kembali.

Pemerintah Yaman di Sana’a juga menyetujui pelaksanaan babak baru perundingan di Qatar jika koalisi pimpinan Saudi memberikan jawaban positif atas surat mereka yang dititipkan lewat delegasi Oman.

 

Lagi, Saudi Eksekusi Mati Pemuda Syiah

Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan bahwa seorang pemuda Syiah warga negara ini dieksekusi mati Selasa pagi.

Kantor berita resmi Saudi (SPA) melaporkan, Kementerian Dalam Negeri Saudi mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan eksekusi mati Mustafa bin Hashim bin Isa Al Darwish, seorang pemuda Syiah Saudi yang telah dipenjara sejak 2015.

Kementerian Dalam Negeri Saudi dalam pernyataannya menyatakan bahwa Mustafa bin Hashim didakwa dengan 13 tuduhan, termasuk berpartisipasi dalam protes Qatif 2011.

Sebelumnya, ada laporan yang menyebutkan dia disiksa dan dilecehkan secara seksual, serta dipaksa menandatangani daftar panjang tuduhan palsu terhadapnya.

Beberapa hari yang lalu, pengadilan Saudi mengeluarkan vonis hukuman mati terhadap pemuda Saudi ini, dan hukuman tersebut dijalankan Selasa pagi ini.

Pengadilan Saudi mengeluarkan hukuman panjang serta eksekusi untuk aktivis sipil yang dituduh secara sepihak dan tidak benar.

Organisasi hak asasi manusia regional dan internasional telah berulang kali memprotes pelanggaran berat hak asasi manusia yang dilakukan rezim Saudi, termasuk tuntutan hukum dan perampasan nyawa aktivis masyarakat sipil. Tetapi pemerintah Saudi terus melanjutkan putusan peradilan yang tidak adil dengan dukungan dari adidaya global, terutama Amerika Serikat.(PH)