Amerika Tinjauan dari Dalam, 30 Oktober 2021
-
Sanksi Anti-Iran
Perkembangan di Amerika Serikat selama selama sepekan lalu diwarnai sejumlah isu penting seperti Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Republik Islam Iran.
Selain itu, masih ada isu lainnya seperti, Pejabat AS Tuduh Iran Dalangi Serangan ke Pangkalannya di Suriah, National Interest: Ranjau Iran Bisa Tenggelamkan Kapal Induk AS, Blinken: AS kecam pengambilalihan pemerintahan oleh militer Sudan, Politisi Demokrat luncurkan 'pajak miliader' untuk agenda Biden, Penembakan di pusat perbelanjaan AS, dua orang tewas.
AS Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Iran
Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran menjelang dimulainya kembali pembicaraan untuk menghidupkan perjanjian nuklir JCPOA di Wina.
Empat individu dan dua perusahaan Iran ditambahkan ke daftar sanksi Departemen Keuangan AS pada hari Jumat (29/10/2021).
Menurut laporan IRNA, entitas Iran yang terkena sanksi adalah perusahaan Oje Parvaz Mado Nafar dan perusahaan Kimia Part Sivan, serta sebuah kapal tanker Oman berbendera Liberia.
Departemen Keuangan menuduh mereka mendukung program pesawat tanpa awak Iran dan merupakan ancaman terhadap kepentingan AS.
Sanksi itu diumumkan ketika pemerintah Joe Biden mengkritik kebijakan tekanan maksimum Trump terhadap Iran dan mengaku siap kembali ke dalam JCPOA, tetapi ia tetap melanjutkan kebijakan gagal tersebut.
Pejabat AS Tuduh Iran Dalangi Serangan ke Pangkalannya di Suriah
Beberapa pejabat Amerika Serikat menuduh Iran berada di balik serangan drone ke pangkalan militernya di Al Tanf, Suriah, minggu lalu.
Dikutip situs Washington Post, Selasa (26/10/2021), sejumlah pejabat AS mengaku bahwa mereka percaya Iran berada di balik serangan drone ke pangkalan militer AS di Al Tanf, Suriah.
Menurut para pejabat AS itu, Iran adalah sumber dan penggerak serangan tersebut, tapi drone-drone itu tidak diterbangkan dari Iran.
Para pejabat yang tidak mau diungkap identitasnya itu mengklaim bahwa drone-drone Iran-lah yang digunakan dalam serangan ke pangkalan militer Al Tanf, dan sepertinya Iran memberikan kemudahan dalam penggunaan drone-drone tersebut.
Mereka mengatakan, serangan ke pangkalan Al Tanf dilakukan oleh lima unit drone yang bermuatan penuh bahan peledak, dan menghantam dua bagian militer pangkalan Al Tanf, serta bagian yang ditempati pemberontak Suriah.
National Interest: Ranjau Iran Bisa Tenggelamkan Kapal Induk AS
Media Amerika Serikat menulis, bahaya nyata yang selalu diabaikan di Selat Hormuz adalah ranjau-ranjau laut Iran, dan ini merupakan senjata Iran yang paling efektif dan sudah teruji.
The National Interest, (24/10/2021) melaporkan tentang klaim terbaru AS soal uji coba rudal Iran di dekat salah satu kapal induk AS di Teluk Persia, saat melewati Selat Hormuz, dan kemampuan Iran menenggelamkan kapal-kapal Angkatan Laut AS.
Menurut National Interest, Selat Hormuz adalah salah satu jalur sempit untuk memasuki Teluk Persia. Selat-selat yang sempit merupakan titik ideal bagi Iran agar dapat menutup akses ke Teluk Persia atau untuk menjebak pasukan angkatan laut musuh.
Mengutip Pusat Komando Militer AS di Timut Tengah, CENTCOM, National Interest menjelaskan, sejumlah kapal Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC beberapa waktu lalu menembakan roket di Selat Hormuz. Meski roket-roket ini bukan ancaman bagi kapal induk USS Harry S. Truman, tapi satu tembakan roket bisa merusak kapal induk.
Majalah AS ini menerangkan, senjata Iran yang paling efektif, dan yang sudah teruji dapat memutus pelayaran laut di Selat Hormuz, kemungkinan adalah ranjau-ranjau laut. Sedikitnya 19 kapal AL Amerika Serikat tenggelam sejak Perang Dunia II, 15 di antaranya karena ranjau laut.
Blinken: AS kecam pengambilalihan pemerintahan oleh militer Sudan
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengecam pengambilalihan pemerintahan oleh militer Sudan dan penangkapan para pemimpin sipil negara itu.
Kecaman terhadap militer Sudan itu disampaikan Blinken saat melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Sudan Mariam Sadiq al-Mahdi pada Kamis.
Blinken menyampaikan di Twitter bahwa ia dan Menlu Sudan juga membahas cara-cara agar Amerika Serikat dapat mendukung seruan rakyat Sudan untuk kembali kepada transisi demokrasi yang dipimpin pemerintah sipil.
Ribuan orang di negara Afrika itu pada Senin (25/10) turun ke jalan sejak kekuasaan direbut oleh militer dari pemerintah transisi, dan beberapa orang tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan.
Panglima angkatan bersenjata Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, yang memimpin pengambilalihan kekuasaan oleh militer itu, telah membubarkan dewan gabungan sipil-militer.
Dewan itu sebelumnya dibentuk untuk mengarahkan Sudan ke pemilihan umum demokratis setelah penggulingan Presiden Omar al-Bashir yang otoriter dalam pemberontakan rakyat pada April 2019 .
Blinken membahas dukungan Washington untuk transisi pemerintahan sipil sesuai dengan Deklarasi Konstitusi Sudan, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.
Politisi Demokrat luncurkan 'pajak miliader' untuk agenda Biden
Para miliarder Amerika Serikat akan membayar pajak atas keuntungan yang belum terealisasikan dari aset-aset mereka untuk membantu pendanaan bagi kebijakan sosial dan perubahan iklim Presiden Joe Biden.
Rencana kebijakan baru tentang pajak itu terungkap dalam proposal yang dikeluarkan pada Rabu oleh pejabat senior Senat dari Partai Demokrat yang membidangi kebijakan perpajakan.
Skema yang disebut sebagai pajak miliader itu diumumkan oleh Ketua Komite Keuangan Senat, Ron Wyden. Pajak miliader itu merupakan bagian dari dua pendekatan dalam strategi legislatif, yang juga mencakup usulan pajak sebesar minimum 15 persen terhadap perusahaan-perusahaan paling sukses di AS.
Wyden dan anggota parlemen lainnya, termasuk senator dari Partai Demokrat Elizabeth Warren mengatakan bahwa RUU tersebut ditujukan untuk mengurangi penghindaran pajak oleh perusahaan-perusahaan dan kalangan miliader, dan dapat menghasilkan ratusan miliar dolar untuk mendanai kebijakan“Bangun Kembali Dengan Lebih Baik” Biden, yang diperkirakan akan memakan biaya sebesar 1,5 hingga 2 triliun dolar AS (Rp22 kuadriliun hingga 30 kuadriliun).
Gedung Putih mendukung program pajak minimum bagi perusahaan itu. Hal tersebut akan sesuai dengan kebijakan minimum pajak perusahaan global yang baru-baru ini disetujui oleh 136 negara dan menargetkan perusahaan-perusahaan yang membayar sedikit pajak atau tidak sama sekali dengan memainkan sistem perpajakan internasional.
Meski demikian, program pajak miliader itu menghadapi kemungkinan oposisi dari para anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrat, yang lebih mendukung peningkatan pajak langsung bagi perusahaan-perusahaan dan kalangan atas sebagai cara untuk mendanai agenda Biden.
Pajak miliader yang akan efektif pada tahun perpajakan 2022 itu akan berdampak pada kurang lebih 700 wajib pajak dengan aset senilai lebih dari 1 miliar dolar AS (Rp15 triliun) atau pemasukan tahunan sebesar 100 juta dolar AS (Rp 1,5 triliun) selama tiga tahun berturut-turut, menurut sebuah pernyataan. Para tangan kanan itu mengatakan program itu akan mengenakan tarif pajak sebesar 23,8 persen terhadap keuntungan modal jangka panjang, pada aset yang dapat diperdagangkan seperti saham, yang nilainya meningkat sepanjang tahun, terlepas dari apakah aset itu telah dijual atau belum.
Hal itu juga akan membuka ruang bagi para wajib pajak untuk mengambil pengurangan kerugian atas aset mereka.
Program perpajakan itu juga akan mengenakan pungutan terhadap kepemilikan bagian di usaha-usaha yang merupakan entitas hukum dan pendanaan seperti investasi properti, menurut sebuah pernyataan.
Penembakan di pusat perbelanjaan AS, dua orang tewas
Dua orang tewas dan empat lainnya terluka dalam penembakan di sebuah pusat perbelanjaan di Boise, Idaho, Amerika Serikat, pada Senin (25/10).
Pihak berwenang mengatakan seorang polisi ikut terluka dan seorang tersangka ditahan.
Kepala Kepolisian Boise Ryan Lee mengatakan polisi menanggapi laporan adanya penembakan di mal Boise Towne Square sesaat sebelum jam 14.00 waktu setempat (Selasa, 03.00 WIB).
Petugas yang mendatangi lokasi kejadian "menemukan seseorang yang cocok dengan deskripsi tersangka".
Baku tembak dengan tersangka menyebabkan seorang petugas terluka dan pelaku ditangkap, kata kepala kepolisian itu.
"Kami yakin hanya ada satu penembak yang terlibat, dan tidak ada ancaman lagi bagi masyarakat luas," kata Lee.
Polisi tidak memberikan informasi lain tentang tersangka dan identitas korban.
Lee juga menolak menguraikan kronologi penembakan dan mengatakan belum dapat mengungkap motif tersangka.
Seorang saksi mengatakan pada koran Idaho Statesman bahwa dia sedang berada di kantin saat mendengar lima hingga delapan tembakan.
Petugas keamanan lalu mengeluarkannya lewat pintu masuk mal sebelum polisi tiba.
Boise Towne Square terletak di kawasan metropolitan terpadat ibu kota Idaho, Boise, yang berpenduduk sekitar 250.000 jiwa.