Di Balik Langkah Baru Inggris Labeli Hamas Teroris
https://parstoday.ir/id/news/world-i109374-di_balik_langkah_baru_inggris_labeli_hamas_teroris
Pada hari Jumat, pemerintah Inggris secara resmi mengumumkan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) sebagai kelompok teroris demi mendukung rezim Zionis, sekaligus sebagai kelanjutan dari kebijakan konfrontasinya terhadap rakyat Palestina.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 21, 2021 08:57 Asia/Jakarta

Pada hari Jumat, pemerintah Inggris secara resmi mengumumkan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) sebagai kelompok teroris demi mendukung rezim Zionis, sekaligus sebagai kelanjutan dari kebijakan konfrontasinya terhadap rakyat Palestina.

Keputusan baru pemerintah Inggris, sebagai penjaga dan penerbit Deklarasi Balfour yang jahat, untuk menyerahkan tanah rakyat Palestina kepada Zionis memicu reaksi luas.

Pejabat tinggi Israel menyambut baik keputusan Inggris tersebut. Perdana Menteri Rezim Zionis Naftali Bennett dan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menyambut baik keputusan Inggris. Bennett memuji langkah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang dia gambarkan sebagai sahabatnya. Sedangkan Lapid menyebut keputusan Inggris sebagai "pencapaian lain dari Kementerian Luar Negeri Israel".

 

Naftali Bennett

 

Dalam hal prinsip "aksi" dan "reaksi", keputusan Inggris ini dapat dianalisis dalam konteks tindakan "reaktif"; Ini adalah reaksi atas keberhasilan aktor dan prestasi Perlawanan Islam Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dengan kata lain, keputusan Inggris ini merupakan reaksi Godfather terhadap kondisi anaknya yang terancam menghadapi kehancuran.

Oleh karena itu, London mengambil langkah vulgar dan penipuan terhadap slogan hak asasi manusia yang digembar-gemborkan selama ini dengan melabeli gerakan Hamas sebagai kelompok teroris.

 

PM Inggris Boris Johnson

 

Dengan keputusan ini, London sekali lagi menunjukkan bahwa Inggris adalah alat di tangan lobi Zionis. Dengan keputusan seperti itu, London telah mengambil tindakan untuk mencegah berlanjutnya kegagalan kabinet Lapid-Bennett dari kehancurannya.

Di sisi lain, langkah baru Inggris ini menunjukkan kondisi keamanan yang tidak memuaskan dan situasi sosial yang buruk di Israel. Oleh karena itu, para pejabat tinggi Israel menganggap keputusan Inggris ini sebagai "kemenangan dan kesuksesan" untuk diri mereka sendiri demi mencegah runtuhnya kabinet yang membahayakan keberadaan mereka yang tidak sah.

Menanggapi keputusan Inggris, gerakan Hamas dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa London seharusnya malu dengan perannya dalam pembentukan rezim Zionis. Hamas menekankan bahwa alih-alih meminta maaf dan memperbaiki kesalahan historisnya terhadap rakyat Palestina, pemerintah Inggris kini datang untuk membantu  agresor menyerang korban. Langkah ini melanjutkan kejahatan sebelumnya dalam Deklarasi Balfour atau dalam periode perwalian yang menyerahkan wilayah Palestina kepada rezim Zionis

Keputusan pemerintah Inggris menunjukkan kepalsuan klaimnya dalam mendukung hak asasi manusia dan hak-hak negara-negara yang diduduki. Sebab keputusan ini diambil  ketika puluhan warga Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel di Tepi Barat pada hari Jumat.

Meningkatnya kejahatan rezim Zionis terhadap Palestina menunjukkan besarnya tingkat kejahatan Israel yang terus meningkat. Di sisi lain, berlanjutnya intimidasi terhadap orang-orang Palestina di Tepi Barat menjadikan mereka mencapai kesimpulan bahwa perlawanan adalah satu-satunya opsi untuk membebaskan dari penjajah rasis rezim Zionis.

Dengan demikian, rezim Zionis telah menggunakan tindakan asing skala besar untuk menekan gerakan perlawanan Palestina, karena kegagalannya selama ini menghadapi gelombang perlawanan bangsa Palestina yang tidak pernah surut.

Dengan keputusan seperti itu, Inggris mencoba secara implisit mengambil posisi mendukung masalah normalisasi hubungan dengan rezim Zionis,  sekaligus memberikan lampu hijau kepada negara-negara Arab di kawasan.(PH)