Lavrov: AS dan Inggris Ingin Kobarkan Perang Rusia dan Eropa
-
Menlu Rusia Sergei Lavrov
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan Amerika Serikat dan Inggris menginginkan perang sejati antara Rusia dan Eropa.
Rusia menyerang Ukraina pada 24 Februari 2022 menyusul langkah provokatif NATO di perbatasan negara ini.
Negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat bukannya tidak melakukan langkah-langkah untuk meredam tensi dan menghentikan perang di Ukraina, bahkan mengobarkan instabilitas lebih besar dengan mengirim peralatan perang dan senjata ke Ukraina serta menekan Rusia.
Menlu Rusia Sergei Lavrov Rabu (20/7/2022) saat diwawancarai Russia today dan Sputnik mengatakan, Amerika Serikat dan Inggris ingin mengubah konfrontasi antara Rusia dan Ukraina menjadi sebuah konfrontasi besar antara Moskow dan anggota Uni Eropa.
"Rekan-rekan AS dan Inggris kami dengan dukungan aktif Jerman, Polandia dan negara-negara kawasan Baltik benar-benar ingin mengubah perang ini menjadi perang besar dan memulai konfrontasi antara Rusia dan negara-negara Eropa," papar Lavrov.
Lebih lanjut Lavrov mengungkapkan, pemerintah Barat menahan Ukraina melakukan langkah konstruktif untuk perdamaian. Ukraina bukan saja menerima senjata dari mereka. Ukraina terpaksa menggunakan senjata-senjata ini dengan metode yang lebih berbahaya.
Deplu Amerika Serikat baru-baru ini dengan mengumumkan paket bantuan militer sebesar 400 juta dolar lainnya kepada Ukraina, mengonfirmasikan bahwa total bantuan militer Washington kepada Kiev mencapai 7,32 miliar dolar.
Di saat banjir pengiriman senjata Barat ke Kiev berlangsung, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengevaluasi biaya rekonstruksi kerugian perang dengan Rusia mencapai 750 miliar dolar. (MF)