Kemenhan Rusia Umumkan Perkembangan Terbaru di Medan Tempur Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan jumlah korban dan kerusakan di pihak militer Ukraina dalam sehari terakhir pertempuran dengan pasukannya.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov dalam konferensi pers hari Minggu (13/11/2022) mengatakan, "Selama sehari terakhir, sekitar 240 orang tentara Ukraina, 30 pelatih dan tentara bayaran asing tewas,".
"Selain itu, sebuah Mi-8, helikopter dan enam drone Ukraina ditembak jatuh di daerah yang berbeda," ujar Jubir Kemenhan Rusia.
Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa pasukan Ukraina mencoba dua kali melancarkan serangan ke arah Kobiansk dengan bantuan dua kelompok taktis kompi dengan dukungan pasukan untuk menyerang unit pasukan Rusia di Luhansk, tetapi kedua upaya itu tidak berhasil.
"Pasukan operasional dan taktis Rusia, bersama pasukan rudal dan artileri membombardir 62 unit artileri Ukraina dan pusat pengumpulan tenaga kerja dan peralatan militer di 183 area, dan menghancurkan radar anti-baterai buatan Amerika," ujar Konashenkov.
Dia mencatat bahwa radar sistem rudal anti-pesawat Ukraina (S-300) di pinggiran daerah Republik Rakyat Donetsk dan tiga sistem artileri M777 buatan Amerika Serikat juga hancur.
"Sebanyak 13 peluncur roket, termasuk 10 rudal HIMARS berhasil dicegat di wilayah Kherson dan Jitlovka di Republik Rakyat Luhansk," paparnya.
Menurut Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, sejak awal operasi militer khusus pasukan Rusia di Ukraina dimulai, 333 pesawat tempur, 176 helikopter, 2498 drone, 388 sistem rudal anti-pesawat, 6569 tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, sera 887 kendaraan tempur peluncur ganda telah dihancurkan.(PH)