PBB: Perang di Ukraina Tidak Jelas Kapan akan Berakhir
Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan tidak ada tanda-tanda berakhirnya konflik di Ukraina.
Selama sembilan bulan telah berlalu sejak awal perang meletus di Ukraina dengan segala konsekuensi politik,militer, ekonomi, sosial, bahkan budayanya yang luas, dan negara-negara Barat terus mengirim senjata ke Ukraina.
Negara-negara Eropa dan Barat, terutama Amerika Serikat mengintensifkan tekanan sanksi terhadap Federasi Rusia dan memasok segala jenis senjata ringan dan berat ke Kyiv yang menyebabkan konflik terus berkobar semakin besar.
Rosemary Dicarlo, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa hari Rabu (16/11/2022) mengatakan, "Faktanya, tidak ada akhir yang terlihat dari perang di Ukraina, dan selama perang ini berlanjut, risikonya limpahan bencana akan sangat nyata.".
"Insiden ini adalah pengingat yang menakutkan akan kebutuhan mutlak untuk mencegah eskalasi perang," ujar Dicarlo.
Sebelumnya, Radio Polandia Zeit hari Selasa mengklaim bahwa dua rudal Rusia menghantam desa Przewodow, yang terletak sekitar enam kilometer dari perbatasan Ukraina.
Radio Zeit mengumumkan dua orang tewas akibat serangan rudal ini.
Komite Keamanan Nasional Polandia segera mengadakan pertemuan darurat menanggapi masalah tersebut.
Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Kementerian Pertahanan Belgia, dan Presiden Polandia dengan suara bulat menyatakan bahwa rudal yang mendarat di Polandia ditembakkan dari sistem pertahanan udara Ukraina.(PH)