Ketua Duma: Amerika Hancurkan Perdamaian Internasional
https://parstoday.ir/id/news/world-i140396-ketua_duma_amerika_hancurkan_perdamaian_internasional
Ketua Duma menilai Amerika Serikat telah menghilangkan struktur stabilitas internasional dengan menghentikan komitmennya dan menolak prakarsa Rusia tentang masalah keamanan dunia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 23, 2023 10:49 Asia/Jakarta
  • Ketua Duma: Amerika Hancurkan Perdamaian Internasional

Ketua Duma menilai Amerika Serikat telah menghilangkan struktur stabilitas internasional dengan menghentikan komitmennya dan menolak prakarsa Rusia tentang masalah keamanan dunia.

Menurut Reuters, Ketua Duma, Vyacheslav Volodin hari Rabu (22/2/2023) mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menyeret dunia dalam konflik dan ancaman global.

Sebelumnya, Dmitry Medvedev, Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia menanggapi pengumuman perang dari AS dan negara-negara anggota NATO lainnya melawan Rusia, dengan mengatakan bahwa Moskow akan menggunakan semua kekuatannya untuk membela diri, termasuk senjata nuklir.

Dmitry Medvedev mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidato terbarunya hari Selasa, 22 Februari 2023, menegaskan penangguhan Moskow dari perjanjian nuklir New START

Dewan Senat dan Duma Rusia menyetujui penangguhan negaranya dalam New START pada hari Rabu.

Leonid Slutsky, ketua Komite Urusan Luar Negeri Duma Rusia menyatakan bahwa negaranya tidak punya opsi selain menangguhkan partisipasinya dalam New START, mengingat banyaknya pelanggaran dilakukan AS terhadap perjanjian tersebut.

Moskow dan Washington menandatangani Perjanjian Pengurangan Senjata Nuklir Strategis, New START pada tahun 2010.

Menurut dokumen, tujuh tahun setelah implementasi perjanjian, masing-masing pihak tidak boleh memiliki lebih dari 700 rudal balistik kontinental (ICBM), rudal balistik peluncuran kapal selam (SLBM) dan bom strategis.

New START juga membatasi rudal peluncur hulu ledak nuklir dan kapal selam balistik benua.

Rusia dan Amerika Serikat telah memperpanjang perjanjian 10 tahun ini selama lima tahun lagi pada bulan Februari 2021.(PH)