Tatanan Baru di Balik Perang Ukraina
https://parstoday.ir/id/news/world-i140678-tatanan_baru_di_balik_perang_ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan sikapnya menentang langkah Amerika yang berusaha menciptakan tatanan dunia unipolar dengan berpusat pada dirinya sendiri yang merugikan kepentingan negara-negara dunia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 28, 2023 08:44 Asia/Jakarta

Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan sikapnya menentang langkah Amerika yang berusaha menciptakan tatanan dunia unipolar dengan berpusat pada dirinya sendiri yang merugikan kepentingan negara-negara dunia.

Putin menunjukkan bahwa Washington sedang mencoba untuk membentuk dunia secara eksklusif sesuai dengan agendanya semata. Presiden Rusia mengungkapkan, "Pemerintah satelit Amerika sangat menyadari niat egois ini, tetapi untuk saat ini, karena berbagai alasan, terutama karena ketergantungan mereka yang kuat pada ekonomi dan pertahanannya, mereka menutup mata terhadap masalah ini,".

Amerika Serikat, khususnya selama satu dekade terakhir mencoba memimpin sistem unipolar dengan kepentingannya sendiri di dunia. Tidak sulit untuk menyingkap rekam jejak kelam unilateralisme AS di berbagai negara dunia. Tengok saja bagaimana peran destruktif Amerika di Afghanistan, Irak, Suriah, dan yang terbaru mengobarkan perang di Ukraina. Rangkaian konflik ini, yang sebagian besar terjadi dengan partisipasi sekutu Amerika telah memperburuk situasi keamanan di dunia.

Perang di Ukraina adalah contoh terbaru yang sangat jelas. Sebab, saat ini Amerika berusaha secara serius menghadapi Rusia, bahkan Cina dengan merekonstruksi atmosfer Perang Dingin yang tidak terlihat dan cenderung ditutupi karena berbagai alasan. Oleh karena itu, Washington juga menggunakan NATO sebagai alat untuk mengimplementasikan rencananya guna mempertahankan posisi kepemimpinannya di dunia. Selain itu, AS berupaya mengalihkan kerugian ekonominya ke negara-negara sekutu, dan membuat negara-negara mitranya mengamini dkte militer dan politik AS di tingkat di dunia.

 

 

Pada saat yang sama, sistem dunia sedang bergerak menuju tatanan multipolar sesuai dengan tren politik, ekonomi, bahkan militer dan keamanan di tingkat internasional. Dengan kata lain, terlepas dari keinginan Amerika, tidak ada lagi sistem unipolar, karena dunia tidak mau menerimanya.

Alexander Lukin, Kepala Departemen Hubungan Internasional Sekolah Tinggi Ekonomi Moskow mengatakan, "Dunia akan menjadi multi-kutub dalam beberapa tahun mendatang. Hukum internasional bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan oleh satu pihak kepada pihak lain. Aturan internasional harus didasarkan pada kesepakatan semua pihak di dunia. Jika tidak, maka masing-masing pihak hanya akan menerima sebagian dari hukum internasional ini yang akan menimbulkan perselisihan dan konflik,".

Perang di Ukraina, yang disertai dengan dukungan penuh Amerika dengan alokasi anggaran militer dan bantuan senjata ke Kyiv yang melebihi sebelumnya menunjukkan desakan Amerika untuk mempertahankan posisinya di dunia.

 

 

Mikhail Galuzin, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia mengungkapkan, "Realitas geopolitik yang kita hadapi saat ini berdampak serius pada keseluruhan tatatan regional dan global, termasuk proses integrasi. Era dunia unipolar dengan Eropa sebagai bonekanya, yang menggunakan taktik intimidasi untuk mendikte negara lain dan menentukan jalur pembangunan mereka sesuai dengan kepentingan egoisnya, bahkan menghancurkan sistem pemerintahan mereka, akan segera berakhir,".

Dengan pertimbangan ini, Vladimir Putin, Presiden Federasi Rusia secara tegas menunjukkan bahwa Amerika mencoba mencampuri urusan internal negara lain dengan segala cara dan memulai kudeta dan perang saudara. Putin menegaskan, "Lupakan tatanan dunia unipolar. Saat ini multipolar adalah cara terbaik untuk menjaga keamanan dunia berdasarkan aturan internasional,".(PH)