Kepala CIA: Perang Enam Bulan ke Depan di Ukraina Jadi Penentu
Direktur Dinas Intelijen Pusat AS (CIA) mengumumkan sekitar empat hingga enam bulan ke depan sangat penting bagi masa depan perang di Ukraina.
Perang antara Rusia dan Ukraina telah memasuki tahun kedua sejak 24 Februari 2023.
Menurut Kantor Berita Iran Press, William Burns, Direktur Dinas Intelijen Pusat AS (CIA) dalam pernyataan yang disampaikan di Komisi Intelijen DPR AS hari Kamis (9/3/2023) mengatakan, "Dalam konteks penilaian intelijen, sekitar empat sampai enam bulan akan sangat penting untuk menentukan situasi di medan perang Ukraina,".
Direktur CIA mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin belum siap untuk pembicaraan damai dan prospek pembicaraan serius antara Moskow dan Kyiv bergantung pada kemajuan di medan perang.
Direktur Dinas Intelijen AS juga mengungkapkan bahwa Presiden Cina Xi Jinping belum memutuskan untuk mengirim senjata ke Rusia guna mendukung Moskow dalam perang di Ukraina.
"Kami telah melihat dokumen yang jelas bahwa para pemimpin Cina sedang mempertimbangkan tindakan ini. Tapi ini bukan berarti mereka telah memutuskan untuk menerapkannya," tegas Burns.
"Para pemimpin Cina secara signifikan mempertimbangkan faktor ekonomi pengiriman peralatan militer ke Rusia dan dampaknya berupa pembalasan sanksi keuangan dan ekonomi dari Barat," pungkas Direktur CIA.(PH)