Pejabat AS: Israel Harus Belajar dari Perang Lebanon
https://parstoday.ir/id/news/world-i156854-pejabat_as_israel_harus_belajar_dari_perang_lebanon
Pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, di masa Presiden Barack Obama, menyarankan Rezim Zionis, untuk belajar dari Perang 33 hari dengan Lebanon.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Nov 08, 2023 15:53 Asia/Jakarta
  • tentara Rezim Zionis
    tentara Rezim Zionis

Pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, di masa Presiden Barack Obama, menyarankan Rezim Zionis, untuk belajar dari Perang 33 hari dengan Lebanon.

Andrew Exum, Selasa (7/11/2023) dalam artikelnya di situs The Atlantic, memperingatkan bahwa penentuan target-target ekstrem dalam perang Gaza, hanya akan berujung dengan kemenangan kelompok perlawanan Palestina.


Deputi Asisten urusan Timur Tengah, Menteri Pertahanan AS, di masa Obama itu menuturkan, "Israel telah menetapkan target-target ekstrem baginya dalam perang ini, dan sebagaimana dalam perang tahun 2006, ia kalah di Lebanon, sekarang pun bisa kalah di Gaza."


Exum mengaku tidak yakin strategi Israel, yang digunakan di Gaza masuk akal, oleh karena itu ia merasa khawatir karena Israel, telah menetapkan target-target ekstrem seperti tahun 2006 silam di Lebanon.


Mantan Deputi Asisten Menhan AS, ini menjelaskan, "Israel ingin menentukan target-target ekstrem yang biasanya menjadi konsumsi dalam negeri, dan gagal mewujudkannya. Hal ini akan berujung dengan kemenangan pasukan perlawanan Palestina."


"PM Israel saat itu Ehud Olmert, tahun 2006 menetapkan tiga target dalam perang Lebanon, melenyapkan Hizbullah, memulangkan mayat dua tawanan Israel, dan mengakhiri serangan rudal ke Israel," imbuhnya.


Andrew Exum menegaskan, "Akan tetapi Israel, tidak berhasil mencapai satu pun target yang ditetapkannya itu. Meski kerusakan parah akibat perang harus dialami Lebanon, namun sebagian besar pengamat percaya Hizbullah, pemenang perang."


Ia melanjutkan, "Selama sebulan, Israel membombardir sekuat tenaga, tapi Hizbullah, tetap bertahan, dan sekarang Hizbullah dan Hamas, tidak menginginkan sesuatu yang lebih rendah dari kehancuran Israel, meski tidak tergesa-gesa untuk tujuan ini." (HS)