Petinggi AS Akui Eskalasi Friksi Washington dengan Tel Aviv
https://parstoday.ir/id/news/world-i159074-petinggi_as_akui_eskalasi_friksi_washington_dengan_tel_aviv
Seorang pejabat Amerika mengonfirmasi peningkatan friksi antara Washington dan Tel Aviv terkait kelanjutan perang di Jalur Gaza.
(last modified 2026-04-13T11:36:12+00:00 )
Des 15, 2023 13:28 Asia/Jakarta
  • Israel-Amerika
    Israel-Amerika

Seorang pejabat Amerika mengonfirmasi peningkatan friksi antara Washington dan Tel Aviv terkait kelanjutan perang di Jalur Gaza.

Menurut laporan MNA, seorang pejabat AS yang menolak disebutkan identitasnya, mengatakan, Amerika Serikat minta Tel Aviv dalam beberapa pekan mendatang meraih sejumlah tujuannya di perang, dan menentukan rencananya di perang Gaza.

Koran New York Times seraya mengisyaratkan eskalasi korban warga sipil dalam pemboman di Gaza, melaporkan, Washington mendesak Israel untuk mengadopsi strategi yang lebih tepat, menggunakan pasukan komando untuk menyelamatkan sandera dan membatasi serangan pada serangan terhadap Hamas, untuk mencegah meningkatnya jumlah korban di Gaza.

Surat kabar New York juga menyebutkan kata-kata Biden; Di mana ia menyatakan bahwa "Saya ingin Israel fokus pada cara menghentikan pemboman terhadap warga sipil di Gaza."

Politico juga melaporkan, dengan mengutip sumber informasinya, bahwa Washington telah mengumpulkan informasi yang dapat menilai apakah Israel mematuhi aturan perang dalam perang Gaza atau tidak ?

The Economist juga menulis dalam laporannya bahwa Israel tidak punya pilihan selain mengurangi serangannya, karena perbedaan Tel Aviv dengan Amerika Serikat semakin meningkat.

Kementerian Pendidikan Palestina mengumumkan bahwa sejak dimulainya perang melawan Gaza pada 7 Oktober, 3.714 pelajar Palestina gugur dan 5.700 lainnya terluka.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan bahwa 300 tim medis di Gaza gugur dalam serangan brutal Israel, dan 102 mobil ambulans rusak.

Menurut Kemenkes Gaza, penjajah Zionis sampai saat ini telah menyerang 381 lembaga kesehatan, dan membuat 22 rumah sakit dan 52 pusat pengobatan ditutup. (MF)