Suarakan Boikot Israel, Massa Unjuk Rasa di Depan Gedung Parlemen Inggris
https://parstoday.ir/id/news/world-i160734-suarakan_boikot_israel_massa_unjuk_rasa_di_depan_gedung_parlemen_inggris
Warga negara Inggris yang mendukung aksi boikot terhadap rezim Zionis melancarkan demonstrasi di depan gedung Parlemen Inggris dan menyatakan penentangannya penerapan undang-undang yang melarang aksi boikot, divestasi dan sanksi terhadap rezim Zionis di Parlemen Inggris.
(last modified 2025-10-07T09:39:18+00:00 )
Jan 12, 2024 14:27 Asia/Jakarta
  • Suarakan Boikot Israel, Massa Unjuk Rasa di Depan Gedung Parlemen Inggris

Warga negara Inggris yang mendukung aksi boikot terhadap rezim Zionis melancarkan demonstrasi di depan gedung Parlemen Inggris dan menyatakan penentangannya penerapan undang-undang yang melarang aksi boikot, divestasi dan sanksi terhadap rezim Zionis di Parlemen Inggris.

Russia Today melaporkan, warga Inggris yang mendukung aksi boikot terhadap rezim Zionis membawa bendera Palestina dan memasang spanduk mengusung slogan "Boikot rezim Zionis", "Boikot rezim apartheid Zionis" dan "Standing with Gaza" dalam aksi demonstrasi anti-Israel hari Kamis (11/1/2024) di depan gedung parlemen Inggris.

Pendukung Palestina di Inggris mengadakan pawai solidaritas untuk mendukung Palestina setiap pekan di berbagai kota di Inggris, terutama di ibu kota negara ini, setelah invasi militer Israel dilancarkan ke Jalur Gaza.

Pendukung rakyat Palestina di seluruh dunia mengecam kejahatan rezim Zionis terhadap rakyat Jalur Gaza dengan menggelar demonstrasi.

Rezim Zionis, dengan dukungan penuh negara-negara Barat, rezim Zionis melancarkan pembantaian besar-besaran di Jalur Gaza dan Tepi Barat terhadap rakyat Palestina yang tidak berdaya dan tertindas.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina melapoerkan 23.469 orang telah gugur, dan 59.604 orang terluka dalam gelombang baru serangan rezim Zionis di Jalur Gaza.

Serangan rezim Zionis di Jalur Gaza juga menyebabkan kekurangan makanan, air dan obat-obatan yang parah di wilayah ini, sampai pada titik di mana kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa penduduk Jalur Gaza, meskipun mereka selamat dari pemboman Israel, tapi tidak akan mampu bertahan hidup dalam waktu lama akibat memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.(PH)