Malaysia Batalkan Puluhan Paspor Warganya yang Bergabung Daesh
-
penangkapan teroris Malaysia
Pemerintah Malaysia membatalkan paspor 68 warganya dengan tuduhan terlibat aktivitas teror di luar negeri dan bergabung dengan kelompok teroris Takfiri Daesh.
IRNA melaporkan, Ahmad Zahidi Hamidi, Wakil Perdana Menteri dan Menteri dalam Negeri Malaysia, pada Ahad (7/8), tanpa menyinggung berapa jumlah warga Malaysia yang terlibat aktivitas teror di luar negeri, dan mengatakan, "Berdasarkan informasi yang telah terpublikasi mereka pergi ke Suriah dan jika kembali ke Malaysia mereka akan ditindak sesuai ketentuan imigrasi."
Kelompok teroris Takfiri Daesh sekitar sepekan lalu melayangkan surat ke pos polisi di kota Nilai, Negeri Sembilan, dan mengancam perdana menteri, wakil perdana menteri serta sejumlah pejabat tinggi politik dan polisi Malaysia.
Hasil riset yang dilakukan oleh PEW di wilayah Asia Tenggara, menunjukkan bahwa dari sekitar 18 juta Muslim Malaysia 67 persen di antaranya menentang Daesh dan 12 persen mendukung, sementara 21 persen sisanya tidak tahu harus mendukung atau menentang. (MZ)