Apa Yang Dipertaruhkan AS Terus Membela Israel?
https://parstoday.ir/id/news/world-i176476-apa_yang_dipertaruhkan_as_terus_membela_israel
Dalam kondisi ketika Perdana Menteri Israel karena kejahatan di Gaza sedang menghadapi tuntutan internasional, pemerintah Amerika Serikat tetap bersikeras untuk bekerja sama dengan rezim tersebut. Kebijakan ini tidak hanya menghadapi tantangan serius di kawasan, tetapi juga di dalam Amerika sendiri.
(last modified 2025-09-01T19:38:43+00:00 )
Sep 02, 2025 02:30 Asia/Jakarta
  • Apa Yang Dipertaruhkan AS Terus Membela Israel?

Dalam kondisi ketika Perdana Menteri Israel karena kejahatan di Gaza sedang menghadapi tuntutan internasional, pemerintah Amerika Serikat tetap bersikeras untuk bekerja sama dengan rezim tersebut. Kebijakan ini tidak hanya menghadapi tantangan serius di kawasan, tetapi juga di dalam Amerika sendiri.

Tehran, Pars Today- Kebijakan ini tidak hanya menghadapi tantangan serius di kawasan, tetapi juga di dalam Amerika sendiri.

Portal analisis Alef dalam sebuah catatan menulis, tidak ada yang dapat menutupi bahwa kawasan Asia Barat merupakan bagian penting dari fokus Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, serta tim kebijakan luar negeri dan keamanan nasionalnya. Menurut laporan Pars Today, Trump tidak menyisakan upaya sedikit pun untuk menyerang front perlawanan, khususnya Iran, di kawasan. Selain Iran, pemerintah Amerika saat ini, melalui kerja sama dengan rezim pendudukan Quds serta jajaran sekutu Arabnya di kawasan, berusaha memaksakan perhitungan yang mereka inginkan terhadap Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.

Dalam lanjutan tulisan ini disebutkan: Yang jelas, landasan utama kebijakan Trump dan keseluruhan arus pemerintahan Amerika di Asia Barat berpusat pada rezim pendudukan Quds. Faktanya, mereka melakukan segala hal agar Israel menjadi aktor utama di kawasan, sementara pihak lain—menurut pandangan Amerika—harus berada di bawah kekuatan rezim ini. Menurut penulis, kebijakan Amerika terhadap kawasan karena alasan-alasan tertentu pasti akan gagal.

Pertama, rezim Zionis adalah aktor yang tidak sah dan sama sekali tidak populer di kawasan Asia Barat. Rezim yang tidak hanya di kawasan, bahkan dalam lingkungan internasional, menghadapi peningkatan nyata kebencian masyarakat internasional terhadapnya. Hal ini bahkan secara terbuka diakui oleh media, tokoh politik, dan militer di Palestina yang diduduki, yang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap masa depan Israel.

Dalam kondisi demikian, fakta bahwa pemerintahan Trump mempertaruhkan seluruh modal politiknya pada rezim politik semacam itu menunjukkan betapa Washington jauh dari realitas hubungan internasional dan tentu saja Asia Barat.

Kedua, kebijakan dukungan tanpa syarat Amerika terhadap rezim pendudukan Quds dalam konteks perkembangan Asia Barat bahkan menghadapi tantangan serius di dalam Amerika sendiri. Media-media Amerika berulang kali mengakui bahwa keterlibatan pemerintah Amerika dalam kejahatan Israel terhadap rakyat Gaza dan bangsa-bangsa lain di kawasan telah sangat merusak citra negara itu dalam lingkungan internasional dan mengarahkan sumber daya Amerika menuju perang, bukan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Amerika.

Pada saat yang sama, kelompok-kelompok oposisi Trump di lingkaran kekuasaan dengan keras mengkritik pendekatannya yang mendukung Israel secara mutlak. Pemerintah Amerika saat ini bekerja sama dengan Israel dalam kondisi di mana Perdana Menteri rezim tersebut, Benjamin Netanyahu, karena melakukan kejahatan dan genosida di Jalur Gaza, menghadapi tuntutan internasional. Bahkan banyak pihak di dalam wilayah pendudukan sendiri percaya bahwa cepat atau lambat ia akan terbuang ke tempat sampah sejarah dan menjadi pion usang dalam panggung politik wilayah pendudukan.

Laporan ini menegaskan: Justru karena alasan-alasan tersebut, perjudian Trump terkait persamaan politik masa depan Asia Barat dengan pusat rezim Israel adalah perjudian yang sudah kalah sejak awal. Hal ini paling mirip dengan upaya membangun sebuah rumah di atas air oleh pemerintah Amerika!(PH)