Dari Penangkapan Pendukung Palestina di Inggris hingga Penutupan Elbit
https://parstoday.ir/id/news/world-i176686-dari_penangkapan_pendukung_palestina_di_inggris_hingga_penutupan_elbit
Polisi Inggris menangkap ratusan pengunjuk rasa yang mendukung Palestina.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Sep 07, 2025 17:38 Asia/Jakarta
  • Dari Penangkapan Pendukung Palestina di Inggris hingga Penutupan Elbit

Polisi Inggris menangkap ratusan pengunjuk rasa yang mendukung Palestina.

Tehran, Pars Today- Polisi Inggris telah menangkap ratusan orang dalam sebuah demonstrasi yang mendukung kelompok Aksi Palestina.

Euronews melaporkan, lebih dari 425 orang ditangkap dalam sebuah demonstrasi pada hari Sabtu yang menentang larangan pemerintah Inggris terhadap kelompok tersebut.

Ratusan orang berkumpul di Parliament Square di pusat kota London untuk memprotes larangan tersebut, beberapa di antaranya memegang plakat bertuliskan: "Saya menentang genosida, saya mendukung Aksi Palestina."

Menurut video yang tersebar, petugas Inggris menyerang dan memukuli pengunjuk rasa damai.

Polisi Inggris telah menangkap ratusan pendukung Kelompok Aksi Palestina dalam beberapa pekan terakhir, dengan klaim sedang menegakkan Undang-Undang Antiterorisme.

Pekan lalu, lebih dari 500 pendukung Kelompok Aksi Palestina ditangkap dalam satu hari, kebanyakan berusia di atas 60 tahun. Berbagai video konfrontasi kekerasan antara polisi Inggris dan peserta demonstrasi untuk mendukung Kelompok Aksi Palestina telah dirilis.

Sebelumnya, pada Juli 2025, pemerintah Inggris melarang kegiatan Palestine Action Group (PGA), dengan alasan bahwa tindakan dan aktivitasnya berada dalam kerangka undang-undang antiterorisme. Larangan ini mengkriminalisasi dukungan atau keanggotaan Palestine Action Group dan menetapkan hukuman hingga 14 tahun penjara.

Kelompok hak asasi manusia menganggap keputusan Inggris untuk melarang kelompok tersebut tidak proporsional dan menyatakan bahwa keputusan ini membatasi hak atas kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai para pengunjuk rasa.

Amnesti Internasional menanggapi berbagai gelombang penangkapan pendukung Palestine Action Group di Inggris, dengan menyatakan bahwa penangkapan ini menunjukkan adanya sesuatu yang sangat salah di Inggris.

Sementara itu, surat kabar Guardian melaporkan bahwa perusahaan sistem persenjataan Israel, Elbit Systems UK, telah memutuskan untuk menutup kantornya di Bristol, yang menjadi sasaran protes oleh para aktivis Action for Palestine. Gedung Elbit Systems UK di pusat perbelanjaan Aztec West telah menjadi lokasi puluhan demonstrasi yang dilakukan oleh Action for Palestine sejak 2019.

Elbit Systems UK adalah anak perusahaan dari perusahaan induknya di Israel, yang merupakan salah satu produsen senjata terbesar di rezim Israel. Perusahaan ini menggambarkan dirinya sebagai "tulang punggung" armada pesawat nirawak rezim tersebut, yang telah banyak digunakan dalam serangan di Gaza. Program-programnya meliputi sistem untuk pesawat dan helikopter militer, kapal kendali jarak jauh bersenjata, kendaraan darat, serta sistem komando dan kendali.

Andrew Feinstein, pakar perdagangan senjata global dan mantan anggota parlemen Afrika Selatan, menyebut penutupan tersebut "sangat signifikan", menambahkan: "Kita harus ingat bahwa Elbit Systems adalah salah satu dari dua produsen senjata utama di Israel, bersama Israel Aerospace Industries, yang berarti tidak diragukan lagi merupakan elemen kunci dalam kompleks industri militer Israel."

Tahun lalu, Elbit menjual anak perusahaannya di West Midlands, Elite KL (sekarang dikenal sebagai Kalater), setelah laba operasionalnya turun 75% pada tahun 2022 akibat meningkatnya biaya keamanan setelah kantornya di Tamworth menjadi target Action for Palestine. Pemilik baru tersebut mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan memiliki hubungan apa pun dengan Elbit dan membatalkan kontrak pertahanannya.

Juga pada tahun 2022, perusahaan menjual unit Front B&C di Oldham setelah 18 bulan protes oleh Action for Palestine dan organisasi Oldham Peace.

Majalah Private Eye mengungkapkan bulan lalu bahwa L-Bit Systems UK merupakan bagian dari sebuah konsorsium yang hampir memenangkan kontrak senilai £2 miliar yang akan menjadikannya mitra strategis Kementerian Pertahanan Inggris.(PH)