Tantangan Politik, Ekonomi, dan Keamanan pada Musim Dingin 2025
Penurunan keanggotaan Partai Buruh, menguatnya Partai Reform pimpinan Nigel Farage, meningkatnya pengangguran kaum muda, aksi mogok dokter pada musim dingin, serta peringatan MI6 tentang ancaman Rusia telah menempatkan pemerintah Inggris dalam krisis besar.
Perkembangan politik Inggris pada Desember 2025 menunjukkan perubahan signifikan. Partai Buruh yang berkuasa menghadapi penurunan tajam jumlah anggota, sementara tantangan ekonomi seperti meningkatnya pengangguran semakin menekan generasi muda. Pada saat yang sama, Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) diguncang aksi mogok dokter, dan ancaman keamanan eksternal—terutama dari Rusia—kian menonjol. Paket berita Pars Today ini menyoroti krisis utama yang dihadapi pemerintah Inggris.
Penurunan Keanggotaan Partai Buruh; Reform Farage Memimpin
Partai Buruh di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer menghadapi krisis keanggotaan. Data internal yang bocor menunjukkan jumlah anggota partai turun di bawah 250 ribu orang, berkurang lebih dari 100 ribu sejak kemenangan dalam pemilu. Angka ini turun lebih dari 50 persen dibandingkan puncaknya yang mencapai lebih dari 530 ribu anggota pada era Jeremy Corbyn.
Sebaliknya, Partai Reform Inggris yang dipimpin Nigel Farage mengklaim memiliki lebih dari 268 ribu anggota aktif berbayar dan kini menjadi partai terbesar di Inggris dari sisi keanggotaan. Farage menyebut hal ini sebagai “titik balik besar” dan menyatakan bahwa “era politik dua partai telah berakhir.”
Jumlah anggota Partai Konservatif juga menyusut menjadi sekitar 123 ribu orang, sementara Partai Hijau mengalami pertumbuhan hingga lebih dari 150 ribu anggota. Juru bicara Partai Buruh menolak berkomentar soal angka terkini dan menyatakan data resmi hanya akan dipublikasikan dalam laporan tahunan.
Pengangguran Meningkat; Kaum Muda Paling Terdampak
Tingkat pengangguran Inggris naik menjadi 5,1 persen, level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Resolution Foundation memperingatkan bahwa kaum muda menjadi kelompok yang paling terdampak, dengan hampir satu juta orang berusia 16–24 tahun tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak mengikuti pelatihan.
Para ekonom memperkirakan tingkat pengangguran bisa meningkat hingga 5,5 persen akibat pajak yang lebih tinggi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Peringkat Inggris dalam ketenagakerjaan pemuda di antara negara-negara OECD merosot ke posisi ke-27.
Aksi Mogok Dokter Residen; Tantangan Serius bagi NHS
Dokter residen (junior doctors) memulai putaran ke-14 aksi mogok selama lima hari sejak Rabu, 17 Desember, setelah menolak tawaran pemerintah. Aksi ini berlangsung di tengah krisis musim dingin NHS yang diperparah oleh gelombang influenza berat, sehingga meningkatkan tekanan pada rumah sakit.
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting menyebut aksi mogok ini “tidak bertanggung jawab dan berbahaya,” sementara Perdana Menteri Keir Starmer menyebutnya “tidak dapat dipercaya.” Asosiasi Medis Inggris (BMA) menilai tawaran pemerintah tidak memadai dan menegaskan perlunya kenaikan gaji serta perbaikan kondisi kerja.
Peringatan Kepala MI6 tentang Ancaman Rusia
Blaise Metreweli, kepala baru badan intelijen luar negeri Inggris (MI6), dalam pidato publik pertamanya menggambarkan Rusia sebagai negara yang “agresif, ekspansionis, dan revisionis.” Ia menyatakan bahwa Moskow beroperasi di “zona abu-abu” melalui taktik seperti serangan siber, penerbangan drone, dan disinformasi. Metreweli menegaskan dukungan Inggris terhadap Ukraina akan terus berlanjut dan tekanan terhadap Rusia akan dipertahankan.(PH)