Dukungan Kokoh Tiongkok untuk Venezuela di Tengah Ancaman AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i182626-dukungan_kokoh_tiongkok_untuk_venezuela_di_tengah_ancaman_as
Pars Today - Tiongkok telah menekankan dukungan Beijing untuk kedaulatan Venezuela di tengah meningkatnya tekanan AS.
(last modified 2025-12-20T16:42:21+00:00 )
Des 20, 2025 23:39 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi
    Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi

Pars Today - Tiongkok telah menekankan dukungan Beijing untuk kedaulatan Venezuela di tengah meningkatnya tekanan AS.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menjelaskan situasi di negaranya dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, dan menekankan bahwa Caracas dan rakyat Venezuela akan dengan tegas melindungi kedaulatan dan kemerdekaan Venezuela, membela hak-hak sah mereka, dan tidak akan menerima ancaman dari kekuatan yang menindas.

Menlu Tiongkok Wang Yi juga mengatakan bahwa Tiongkok dan Venezuela adalah mitra strategis, dan saling percaya serta mendukung adalah tradisi hubungan Tiongkok-Venezuela.

Ia menambahkan bahwa Beijing menentang semua bentuk intimidasi sepihak dan mendukung semua negara dalam melindungi kedaulatan dan martabat nasional mereka.

Menteri Luar Negeri Tiongkok menekankan bahwa Venezuela berhak untuk secara independen mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan dengan negara lain, dan komunitas internasional memahami dan mendukung posisi Venezuela dalam melindungi hak dan kepentingan sahnya.

Pasukan AS telah mempertahankan kehadiran militer yang signifikan dan terus meningkat di wilayah Karibia selama empat bulan terakhir, melakukan penggerebekan terhadap kapal-kapal yang dituduh melakukan perdagangan narkoba, tetapi AS belum merilis bukti apa pun untuk mendukung klaimnya.

Pemerintahan Trump telah meningkatkan tekanan pada pemerintah Nicolas Maduro dengan memberlakukan sanksi berat terhadap ekspor minyak Venezuela. Washington bahkan telah menyita kapal tanker minyak Venezuela dan mengancam blokade angkatan laut total. Pekan lalu, pasukan AS menyita sebuah kapal tanker minyak Venezuela di lepas pantai negara itu, sebuah tindakan yang disebut Caracas sebagai "pembajakan internasional".

Presiden Venezuela Nicolas Maduro memperingatkan pada hari Selasa tentang risiko terjadinya Vietnam baru setelah Donald Trump memerintahkan blokade total terhadap kapal tanker minyak yang dikenai sanksi yang masuk atau keluar Venezuela.

Presiden AS Donald Trump mengatakan di akun media sosialnya Truth Social pada hari Selasa bahwa Venezuela sepenuhnya dikelilingi oleh armada angkatan laut terbesar yang pernah dibangun dalam sejarah Amerika Selatan. Ia juga mengatakan bahwa militer negara itu dapat segera melancarkan serangan darat ke wilayah Venezuela.

Sebagai tanggapan, Tiongkok telah berulang kali menyatakan penentangannya terhadap "intimidasi sepihak" AS dan telah membela hak Venezuela untuk mempertahankan kedaulatannya dan mengembangkan kerja sama ekonomi. Tiongkok secara terbuka mendukung Venezuela dalam menghadapi peningkatan tekanan AS, karena dukungan ini berakar pada kepentingan ekonomi, prinsip-prinsip politik anti-sepihak, dan pertimbangan geopolitik.

Alasan pertama dukungan Tiongkok untuk Caracas adalah kepentingan ekonomi dan energi. Venezuela adalah salah satu negara pemegang cadangan minyak terbesar di dunia, dan Tiongkok, pembeli minyak terbesar negara itu, mengimpor sekitar 600.000 barel minyak per hari. Ketergantungan energi ini telah mendorong Beijing untuk mengambil sikap mendukung terhadap sanksi AS agar minyak tetap mengalir ke Tiongkok.

Selain itu, Tiongkok telah memberikan pinjaman miliaran dolar kepada Venezuela dalam bentuk perjanjian "minyak untuk pinjaman" selama beberapa tahun terakhir, dan menjaga stabilitas negara tersebut sangat penting untuk pembayaran kembali dan kelanjutan kerja sama.

Alasan kedua adalah prinsip-prinsip politik dan penentangan terhadap unilateralisme AS. Tiongkok telah berulang kali menyatakan bahwa mereka menentang tindakan apa pun di luar kerangka PBB dan menganggap sanksi sepihak melanggar hukum internasional. Dukungan terhadap Venezuela dalam hal ini merupakan bagian dari kebijakan keseluruhan Tiongkok untuk melawan tekanan AS dan mempertahankan prinsip non-intervensi dalam urusan internal negara-negara lain. Sikap ini tidak hanya membantu Venezuela, tetapi juga mengirimkan pesan yang jelas kepada negara-negara lain bahwa Tiongkok akan menolak tekanan dari Washington.

Alasan ketiga adalah pertimbangan geopolitik dan persaingan dengan Amerika Serikat. Venezuela terletak di halaman belakang tradisional Amerika Serikat, dan dukungan Tiongkok untuk Caracas berarti kehadiran aktif Beijing di wilayah yang dianggap Washington sebagai lingkup pengaruhnya. Dukungan ini merupakan bagian dari strategi Tiongkok untuk memperluas pengaruh global dan menciptakan keseimbangan terhadap kebijakan AS. Dengan melakukan hal ini, Beijing menunjukkan bahwa mereka juga dapat menjadi aktor yang efektif di Amerika Latin dan menemukan sekutu untuk melawan tekanan Barat.

Alasan keempat adalah kerja sama strategis dan tradisional antara kedua negara. Hubungan Tiongkok-Venezuela telah mencapai tingkat "kemitraan strategis" selama dua dekade terakhir, dan para pemimpin kedua negara telah berulang kali menekankan "persahabatan yang kokoh". Hubungan ini mencakup kerja sama di bidang energi, infrastruktur, teknologi, dan bahkan masalah militer. Oleh karena itu, dukungan Tiongkok saat ini merupakan kelanjutan alami dari kemitraan strategis ini.

Konsekuensi dari dukungan ini juga signifikan. Pertama, dengan dukungan Tiongkok, Venezuela dapat menunjukkan perlawanan yang lebih besar terhadap tekanan AS dan mengamankan sumber daya keuangan dan politik yang diperlukan untuk kelangsungan ekonominya. Kedua, dukungan ini membuat kesenjangan antara kekuatan besar lebih jelas di arena internasional dan menarik persaingan antara Tiongkok dan AS ke Amerika Latin. Ketiga, negara-negara lain mungkin juga menjadi lebih berani dalam menghadapi tekanan AS dan berupaya untuk mendiversifikasi hubungan luar negeri mereka, melihat dukungan Tiongkok.

Singkatnya, dukungan eksplisit Tiongkok untuk Venezuela bukan hanya karena kepentingan ekonomi dan energi, tetapi juga bagian dari strategi besar Beijing untuk melawan unilateralisme AS dan memperluas pengaruh geopolitiknya secara global. Dukungan ini memungkinkan Venezuela untuk menahan ancaman yang semakin meningkat dari Washington sekaligus mengkonsolidasikan posisi Tiongkok sebagai kekuatan global.(sl)