Popularitas Trump Terus Menurun, Masa Depan Politik Partai Republik Terancam
https://parstoday.ir/id/news/world-i182778-popularitas_trump_terus_menurun_masa_depan_politik_partai_republik_terancam
Pars Today - Menurut hasil tiga jajak pendapat terbaru, Presiden AS Donald Trump menghadapi penurunan dukungan yang signifikan di antara basis pendukung tradisionalnya menjelang pemilu paruh waktu 2026 yang krusial.
(last modified 2025-12-22T16:03:46+00:00 )
Des 22, 2025 23:01 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Pars Today - Menurut hasil tiga jajak pendapat terbaru, Presiden AS Donald Trump menghadapi penurunan dukungan yang signifikan di antara basis pendukung tradisionalnya menjelang pemilu paruh waktu 2026 yang krusial.

Jajak pendapat NBC News, Pew Center, Reuters, dan Ipsos menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah kehilangan sebagian pendukung setianya dari gerakan "Make America Great Again" (MAGA) dan kebijakan migrasi serta pengelolaan ekonominya menghadapi reaksi yang semakin negatif.

Menjelang pemilihan paruh waktu 2026, tren ini dapat mengancam serius upaya Partai Republik untuk mempertahankan kendali atas Kongres.

Menurut survei oleh jaringan NBC News, proporsi anggota Partai Republik yang menganggap diri mereka paling terhubung dengan gerakan MAGA telah menurun sebesar 7 poin persentase sejak April 2025. Dalam jajak pendapat terbaru, hanya 50 persen anggota Partai Republik yang mengatakan mereka lebih mengidentifikasi diri dengan partai konservatif, turun dari 57 persen pada awal tahun. 50 persen lainnya kini lebih mengidentifikasi diri dengan Partai Republik tradisional.

Pada saat yang sama, peringkat persetujuan keseluruhan terhadap Trump telah turun dari 45 persen menjadi 42 persen, sementara peringkat ketidaksetujuan telah meningkat dari 55 persen menjadi 58 persen.

Sementara pollin dari Pew Research Center menemukan bahwa lebih banyak anggota Partai Republik percaya bahwa pemerintahan Trump bertindak terlalu jauh dalam deportasi imigran. Jajak pendapat ini menemukan bahwa 20 persen anggota Partai Republik mengatakan Gedung Putih telah bertindak terlalu jauh dalam deportasi imigran, naik dari 13 persen pada bulan Maret.

Meskipun mayoritas anggota Partai Republik (64 persen) masih mendukung pendekatan pemerintah, peningkatan penentangan merupakan tanda perubahan sikap yang signifikan di dalam partai.

Sedangkan survei yang dilakukan bersama oleh Reuters/Ipsos mengkonfirmasi penurunan dukungan terhadap Trump terkait perekonomian. Hanya 33 persen orang dewasa Amerika yang menyetujui cara Trump menangani perekonomian, angka terendah yang pernah dicapainya pada tahun 2025. Bahkan di antara anggota Partai Republik, persetujuan menurun. 72 persen menyetujui kinerja ekonomi Trump, turun dari 78 persen pada awal bulan. Tingkat persetujuan keseluruhan Trump dalam jajak pendapat adalah 39 persen.

“Tingkat persetujuan Trump sedang menurun, dan bahkan pendukungnya yang paling setia di Partai Republik pun mempertimbangkan kembali dukungan mereka,” kata Costas Panagopoulos, profesor ilmu politik di Northeastern University. “Trump tidak mencalonkan diri pada tahun 2026, tetapi dia tetap akan berdampak pada pemilu. Hasil pemilu terkait dengan ekonomi, dan jika ekonomi tetap lemah, kebijakannya akan merugikan kandidat Republik.”

Pemilu paruh waktu 2026 akan menjadi ujian penting bagi Trump dan Partai Republik. Popularitas presiden yang menurun dan kesenjangan antara MAGA dan badan partai tradisional telah memaksa para pemimpin Republik untuk mempertimbangkan kembali strategi pemilu mereka.(sl)