Fluktuasi Popularitas Trump, Ekonomi dan Inflasi Pusat Ketidakpuasan Warga AS
-
Popularitas Trump
Pars Today - Sebuah laporan baru dari situs Economist menunjukkan bahwa popularitas Presiden AS telah mengalami tren penurunan di tahun yang penuh gejolak, terutama dipengaruhi oleh kinerja ekonomi negara.
Tinjauan data Economist menunjukkan bahwa Donald Trump memasuki Gedung Putih pada tahun 2025 dengan peringkat positif, tetapi situasi ini tidak berlangsung lama, dan banyak bidang yang memiliki peringkat positif di awal masa jabatan keduanya kini telah jatuh ke dalam kisaran "popularitas negatif".
Penurunan bertahap popularitas Presiden AS Donald Trump, yang mencapai minus 18 persen pada awal Desember, dianggap sebagai cerminan kesenjangan antara janji-janji kampanyenya dan realitas ekonomi AS.
Selama kampanye pemilu, Trump telah mengkritik keras ekonomi era Biden dan berjanji untuk mengembalikan "kehidupan yang terjangkau". Sebuah janji yang awalnya beresonansi dengan para pemilih, sehingga peringkat persetujuan ekonominya naik menjadi positif 12%. Namun, meningkatnya pengangguran, harga yang terus tinggi, dan kekhawatiran tentang tarif dan kebijakan perawatan kesehatan dengan cepat mengikis modal politik ini, menurunkan peringkat persetujuan ekonomi Trump menjadi negatif 17%.
Data menunjukkan bahwa ketidakpuasan tidak terbatas pada ekonomi, dan isu-isu seperti migrasi, keamanan nasional, pajak, dan pengendalian inflasi juga dikaitkan dengan penurunan peringkat persetujuan publik. Bahkan kebijakan migrasi, yang merupakan pilar utama kemenangan Trump, kini menghadapi penurunan kepuasan warga.
Yang perlu diperhatikan, ketidakpuasan menyebar di beberapa negara bagian yang memilih Trump dalam pemilu baru-baru ini. Meskipun basis pendukungnya tetap kuat, penurunan dukungan di kalangan pemilih berpendidikan tinggi dan bahkan beberapa pemilih yang lebih tua merupakan tanda peringatan bagi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu.
Secara keseluruhan, laporan Economist menunjukkan bahwa ekonomi dan inflasi, sebagai perhatian utama masyarakat Amerika pada tahun 2025, telah menjadi faktor penentu dalam melemahkan popularitas presiden dan telah menghadirkan tantangan serius bagi jalan politik pemerintahan Trump.(sl)