Velayati: Rakyat Iran Sepanjang Sejarah Ribuan Tahun Selalu Membela Keutuhan Wilayahnya
https://parstoday.ir/id/news/world-i183626-velayati_rakyat_iran_sepanjang_sejarah_ribuan_tahun_selalu_membela_keutuhan_wilayahnya
Penasihat Pemimpin Revolusi Islam Iran untuk urusan internasional menegaskan bahwa sepanjang sejarah ribuan tahun Iran, rakyat negeri ini selalu bersatu dan mempertahankan keutuhan wilayah tanah air mereka.
(last modified 2026-01-06T09:34:47+00:00 )
Jan 05, 2026 18:25 Asia/Jakarta
  • Velayati: Rakyat Iran Sepanjang Sejarah Ribuan Tahun Selalu Membela Keutuhan Wilayahnya

Penasihat Pemimpin Revolusi Islam Iran untuk urusan internasional menegaskan bahwa sepanjang sejarah ribuan tahun Iran, rakyat negeri ini selalu bersatu dan mempertahankan keutuhan wilayah tanah air mereka.

Ali Akbar Velayati, Penasihat Pemimpin Revolusi Islam Iran untuk Urusan Internasional, pada hari Ahad dalam pertemuan dengan para tokoh dan elite terkemuka Majelis Global Pendukung Perlawanan dari Lebanon, Irak, Spanyol, Palestina, Brasil, Rusia, Mesir, Chad, Argentina, Cile, India, Irlandia, Jerman, Aljazair, dan Yordania, menyatakan bahwa perang 12 hari merupakan titik balik yang sangat penting dalam sejarah Republik Islam Iran dan dunia Islam.

Menurut laporan Pars Today, Velayati menambahkan bahwa ancaman terbaru Donald Trump dan Benjamin Netanyahu sejatinya bukan diarahkan kepada Iran, melainkan mencerminkan kondisi internal rezim Zionis, posisi Netanyahu yang tidak stabil, serta kekhawatiran Trump terhadap masa depan posisi politiknya sendiri dalam kepresidenan Amerika Serikat.

Velayati menegaskan bahwa Republik Islam Iran saat ini jauh lebih kuat dibandingkan Iran sebelum perang 12 hari. Ia menekankan bahwa Iran memiliki salah satu sejarah dan peradaban terpanjang di antara negara-negara dunia, dan sepanjang sejarah ribuan tahun tersebut, rakyat Iran senantiasa bersatu serta mempertahankan keutuhan wilayah negara mereka.

Dalam konteks yang sama, Mayor Jenderal Sayyed Abdulrahim Mousavi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, mengatakan bahwa Amerika Serikat dan rezim Zionis, setelah putus asa akibat agresi yang sia-sia dalam perang 12 hari yang dipaksakan terhadap Iran dan setelah mengalami kekalahan pasti, kini menjalankan skenario baru dengan memanfaatkan instrumen perang lunak dan tekanan ekonomi guna menciptakan ketidakamanan dan kekacauan di dalam negeri Iran untuk menutupi kegagalan mereka.

Ia menambahkan bahwa bangsa Iran, dengan perilaku revolusionernya, akan memberikan jawaban tegas kepada siapa pun yang tidak berbicara secara sopan kepada bangsa ini.

Sementara itu, di berbagai kota dunia termasuk Brussel, Madrid, Ankara, Mexico City, dan Los Angeles, demonstrasi besar-besaran digelar menentang tindakan ilegal Amerika Serikat yang menyerang Venezuela dan menculik Presiden negara tersebut. Para demonstran di berbagai belahan dunia meneriakkan slogan “Tangan kalian jauhi Venezuela”, sebagai pesan langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para pembantunya.

Dari Palestina dilaporkan bahwa tiga warga Palestina gugur syahid akibat serangan artileri dan udara tentara rezim Zionis ke Khan Younis di Gaza selatan. Di wilayah tengah Jalur Gaza, sumber-sumber medis Palestina juga melaporkan sejumlah orang terluka di timur kamp Al-Bureij.

Selain itu, di timur laut Kota Gaza, tentara rezim Zionis terus menghancurkan rumah-rumah dan fasilitas sipil di kawasan Al-Tuffah. Drone-drone militer Israel juga menjatuhkan bom ke sejumlah rumah di bagian timur kota tersebut. Kawasan Al-Zeitoun dan Al-Shuja’iyya di Gaza timur turut menjadi sasaran serangan artileri dan tembakan pasukan Israel.

Pasca penculikan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyatakan bahwa Beijing tidak dapat menerima jika ada negara yang bertindak sebagai “hakim dunia”. Ia menegaskan bahwa kedaulatan dan keamanan seluruh negara harus sepenuhnya dilindungi berdasarkan hukum internasional.(PH)