Bagaimana Eropa Menyikapi Serangan AS terhadap Venezuela?
https://parstoday.ir/id/news/world-i183810-bagaimana_eropa_menyikapi_serangan_as_terhadap_venezuela
Pars Today - Serangan AS terhadap Venezuela dan penculikan Presiden negara itu, Nicolas Maduro, yang telah menimbulkan dampak luas di seluruh dunia, telah dikutuk dan ditentang oleh para pemimpin banyak negara Eropa.
(last modified 2026-01-07T16:04:07+00:00 )
Jan 07, 2026 23:01 Asia/Jakarta
  • Demonstrasi warga london menentang aksi AS
    Demonstrasi warga london menentang aksi AS

Pars Today - Serangan AS terhadap Venezuela dan penculikan Presiden negara itu, Nicolas Maduro, yang telah menimbulkan dampak luas di seluruh dunia, telah dikutuk dan ditentang oleh para pemimpin banyak negara Eropa.

AS menyerang Venezuela pada hari Sabtu (03/01/2026) dalam sebuah tindakan yang telah disambut dengan gelombang reaksi internasional. Pemerintah Venezuela menyebut tindakan itu sebagai "invasi militer" dan, sambil menyatakan keadaan darurat, menyerukan pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB. Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya diculik selama serangan itu dan dipindahkan ke Amerika Serikat untuk diadili.

Tindakan AS ini, yang sepenuhnya bertentangan dengan peraturan dan hukum internasional, telah disambut dengan banyak reaksi dan penentangan di seluruh dunia, terutama di benua Eropa.

Rusia

Konstantin Kasachev, Wakil Ketua Dewan Federasi Rusia menulis di Telegram sebagai tanggapan terhadap invasi militer, “Venezuela sama sekali tidak menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat. Oleh karena itu, operasi militer saat ini, seperti tindakan beberapa hari dan minggu terakhir terhadap Venezuela, tidak memiliki dasar yang nyata.”

Ia menekankan, “Tatanan harus didasarkan pada hukum internasional, bukan aturan buatan sendiri. Hukum internasional telah jelas dilanggar, dan tatanan yang ditetapkan dengan cara ini tidak boleh berlaku.”

Belarusia

Sementara itu, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengutuk serangan militer pemerintahan Donald Trump terhadap Venezuela dan penculikan Nicolas Maduro.

Kampanye Anti-Perang di Inggris

Koalisi Stop the War, yang dianggap sebagai kampanye anti-perang terbesar di Inggris dengan sekitar satu juta anggota, juga mengumumkan dalam sebuah pernyataan sebagai tanggapan terhadap serangan AS terhadap Venezuela, “Kami menolak dan mengutuk pemboman Venezuela dan penculikan presidennya oleh AS. Ini adalah tindakan memalukan yang merupakan kejahatan perang, pelanggaran hukum internasional, dan menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak menghargai rakyat Venezuela.”

Swiss

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Swiss Nicolas Bidot, merujuk pada invasi militer AS ke Venezuela, menekankan kepada wartawan, “AS harus mengurangi intensitas ketegangan di sekitar Venezuela dan menghormati hukum internasional.“

Ia menambahkan, “Swiss menyerukan deeskalasi, pengekangan, dan kepatuhan terhadap hukum internasional, termasuk larangan penggunaan kekerasan dan prinsip penghormatan terhadap integritas teritorial semua negara.”

Spanyol

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga mengumumkan sebagai tanggapan terhadap operasi AS untuk menculik presiden Venezuela bahwa Madrid menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran hukum internasional yang jelas dan mengutuknya dengan keras.

Norwegia

Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide menyatakan dalam sebuah pernyataan, yang salinannya dipublikasikan di situs pemerintah Norwegia, bahwa "hukum internasional bersifat universal dan mengikat semua negara," dan bahwa operasi militer AS di Venezuela tidak sesuai dengan hukum internasional.

Hungaria

Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, merujuk pada operasi militer AS untuk menculik Maduro, yang dilakukan dengan izin Donald Trump, menulis di halaman Facebook-nya, "Pada hari-hari pertama tahun ini, kami menerima pesan penting bahwa tatanan dunia liberal sedang runtuh."

Perdana Menteri Hungaria menambahkan bahwa kembalinya Trump ke Gedung Putih merupakan "pukulan fatal" bagi tatanan dunia.(sl)