Aksi Mogok Nasional di AS Menanggapi Kebijakan Anti-Migrasi Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i184800-aksi_mogok_nasional_di_as_menanggapi_kebijakan_anti_migrasi_trump
Pars Today - Seiring dengan semakin ketatnya kebijakan migrasi pemerintah Amerika Serikat, gelombang baru protes sipil dan mogok nasional telah melanda berbagai kota di negara ini yang  menunjukkan tanda-tanda semakin dalamnya perpecahan sosial dan politik di AS.
(last modified 2026-01-31T04:06:52+00:00 )
Jan 31, 2026 11:05 Asia/Jakarta
  • Aksi protes di AS
    Aksi protes di AS

Pars Today - Seiring dengan semakin ketatnya kebijakan migrasi pemerintah Amerika Serikat, gelombang baru protes sipil dan mogok nasional telah melanda berbagai kota di negara ini yang  menunjukkan tanda-tanda semakin dalamnya perpecahan sosial dan politik di AS.

Surat kabar The Guardian melaporkan bahwa aktivis hak sipil dan kelompok hak asasi manusia telah menyerukan mogok "tidak bekerja, tidak sekolah, tidak berbelanja", dan mengajak warga Amerika untuk menyatakan penentangan mereka terhadap kebijakan migrasi ketat pemerintahan Trump.

Para penyelenggara mogok melihatnya sebagai bagian dari gerakan tanpa kekerasan yang berkembang melawan taktik agresif Badan Migrasi dan Bea Cukai AS (ICE), sebuah badan yang tindakannya telah menuai kritik luas di dalam dan luar negeri dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut The Guardian, tindakan Badan Migrasi dan Bea Cukai AS di beberapa kota telah menyebabkan kematian beberapa warga, termasuk di Minneapolis, Los Angeles, dan negara bagian Illinois, dan telah meningkatkan intensitas protes.

Mahasiswa dan kelompok mahasiswa, terutama dari kelompok minoritas ras dan imigran, telah memainkan peran sentral dalam mengorganisir protes-protes ini. Pada saat yang sama, sejumlah bisnis, mulai dari restoran dan toko hingga toko buku dan kafe di puluhan kota di Amerika, telah mengumumkan bahwa mereka akan berhenti beroperasi sebagai bentuk solidaritas dengan para demonstran.

Gerakan protes ini terjadi sementara Amerika Serikat berada di ambang penutupan sebagian pemerintah federal. Beberapa senator Demokrat dan bahkan sejumlah senator Republik telah mengumumkan bahwa mereka akan menentang anggaran apa pun yang menjamin pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Imigrasi dan Bea Cukai tanpa reformasi struktural. Reformasi yang mencakup pembatasan wewenang petugas imigrasi dan persyaratan kepatuhan terhadap standar hukum dalam penahanan.

Para analis percaya bahwa kelanjutan protes ini dapat menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Trump di dalam negeri dan memiliki konsekuensi politik yang lebih luas menjelang perkembangan penting yang akan datang.(sl)