Krisis Energi, Tokyo Ingin Negosiasi Tingkat Tinggi dengan Tehran
-
Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang
Pars Today - Di tengah krisis bahan bakar yang dihadapi Jepang akibat serangan militer Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel ke wilayah Iran, dan saat ini memanfaatkan cadangan daruratnya, Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang sebelumnya mendukung Donald Trump, kini menekankan pentingnya negosiasi dengan Iran.
Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, kantor berita Kyodo melaporkan bahwa Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang pada hari Senin (30/03/2026) menyatakan bahwa dengan mempertimbangkan ketegangan yang parah di Timur Tengah, ia akan mempertimbangkan negosiasi dengan kepemimpinan Iran pada “waktu yang tepat” dan berdasarkan kepentingan nasional.
Takaichi menyampaikan dalam sesi komite anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Jepang, “Saya akan mengevaluasi waktu yang tepat untuk mengadakan negosiasi (dengan Iran) berdasarkan kepentingan nasional dan dari perspektif yang komprehensif.”
Kyodo Melanjutkan Laporannya, “Hal ini terjadi meskipun Perdana Menteri Jepang, selama kunjungannya ke Washington pada tanggal 19 Maret, dengan menyinggung bahwa pemerintah Takaichi belum melakukan penilaian hukum terhadap operasi (agresi) militer Amerika Serikat terhadap Iran, menyatakan dukungannya kepada Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dan menyebutnya sebagai “satu-satunya orang yang dapat membawa perdamaian dan kemakmuran ke seluruh dunia”.
Media Jepang tersebut menambahkan, “Sejak dimulainya konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran pada akhir bulan lalu, Tokyo telah berupaya untuk mencapai keseimbangan yang sensitif antara mempertahankan aliansi keamanan dengan Washington dan hubungan persahabatan tradisionalnya dengan Tehran.”
Laporan tersebut juga menyatakan, “Stabilitas di kawasan Timur Tengah sangat penting bagi Jepang, karena negara ini bergantung pada wilayah tersebut untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, dan sebagian besar impor tersebut melewati Selat Hormuz, jalur utama untuk pengangkutan energi global.”(sl)