"Ini Bukan Kemenangan Trump": DPR AS Soroti MoU yang Membawa AS Kembali ke Titik Awal Perang
-
Elizabeth Warren, Senator dari Massachusetts
Pars Today - Reaksi-reaksi di Kongres AS terhadap nota kesepahaman (MoU) Tehran-Washington masih terus berlanjut. Para senator Demokrat menilai MoU ini sebagai kesepakatan yang menguntungkan bagi Iran, dan terus menyalahkan Donald Trump atas perang ini.
Melansir IRNA, 18 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa sejumlah senator Demokrat kembali mengkritik agresi AS dan rezim Zionis terhadap Iran, dan menyatakan bahwa kesepakatan sementara ini adalah kesepakatan yang baik bagi Iran, tetapi tidak bagi AS.
Elizabeth Warren, Senator dari Massachusetts, pada hari Rabu (17/6) mengatakan kepada wartawan di Capitol, "Saya memahami bagaimana Iran menang dalam nota kesepahaman ini, tetapi saya benar-benar tidak melihat bagaimana kesepakatan ini membantu satu pun keluarga Amerika. Presiden Trump tidak pernah bisa menjelaskan mengapa kita memasuki perang ini, tetapi biayanya sudah sangat jelas."
Adam Schiff, Senator Demokrat dari California, juga mengatakan kepada wartawan bahwa ini bukan kesepakatan yang baik bagi AS. Ia mengatakan, "Ini tampak seperti kesepakatan yang sangat baik bagi Iran dan kesepakatan yang mengerikan bagi Amerika Serikat. Ini adalah kesepakatan untuk mencapai kesepakatan di masa depan, tetapi tidak memberikan banyak insentif bagi Iran untuk benar-benar menyetujui persyaratan tersebut."
Mark Warner, anggota Demokrat paling senior di Komite Intelijen Senat, juga mengatakan kepada wartawan, "Saya senang presiden akan mengumumkan kemenangan, karena perang ini telah menjadi bencana dalam hal biaya yang dipaksakan kepada rakyat Amerika. Saya pikir orang-orang di masa depan akan melihat kembali perang ini dan mengatakan bahwa perang pilihan ini adalah bencana, dan Amerika saat ini lebih lemah dibandingkan sebelum perang dimulai."
Bill Cassidy, Senator Republik yang kalah dalam pemilihan pendahuluan setelah Donald Trump mendukung lawannya bulan lalu, juga mengatakan: "Ini adalah kesalahan kebijakan luar negeri terburuk dalam beberapa dekade terakhir." Ia menambahkan, "Sebelum perang, Selat Hormuz terbuka, Iran berada di bawah tekanan sanksi, dan 13 personel militer AS masih hidup. Sekarang 13 orang Amerika telah tewas, keluarga-keluarga telah menghabiskan miliaran dolar untuk biaya bahan bakar, sanksi akan dicabut, dan pemboman telah dihentikan. Ini adalah kesalahan kebijakan luar negeri terburuk dalam beberapa dekade terakhir."
Ben Shapiro, analis jaringan Fox News AS, juga mengatakan: "Nota kesepahaman ini tampaknya merupakan bencana yang tidak memenuhi salah satu tujuan utama yang ditetapkan oleh pemerintah AS pada awal perang."
Reaksi senator-senator ini, terutama dari kubu Demokrat, menunjukkan perpecahan yang mendalam di Washington mengenai hasil perang ini.
Sebelum perang: Hormuz terbuka, Iran tertekan sanksi, 13 tentara AS masih hidup.
Setelah perang: 13 tentara AS tewas, miliaran dolar terbuang, sanksi akan dicabut, dan pemboman dihentikan.
Kesimpulannya: AS kembali ke titik awal, tetapi dengan korban jiwa dan biaya yang sangat besar.(Sail)