Kesuksesan Militer Afghanistan dalam Menghadapi Taliban
Militer Afghanistan dilaporkan mencapai banyak kesukesan dalam menghadapi peningkatan serangan kelompok Taliban. Operasi terbaru militer Afghanistan telah berhasil mengontrol penuh tambang besar emas negara ini di distrik Raghistan, Provinsi Badakhshan. Mereka berhasil membersihkan distrik tersebut dari keberadaan milisi Taliban setelah bentrok selama 40 hari.
Tambang emas Raghistan selama dua tahun lalu diduduki milisi Taliban dan kelompok ini setiap bulannya memperoleh pendapatan sekitar 75.000 dolar. Oleh karena itu, kontrol kembali atas distrik Raghistan adalah keberhasilan besar dan penting bagi militer Afghanistan, sebab, tambang emas tersebut merupakan sumber terpenting pendapatan Taliban dan kini kelompok ini kehilangan sumber finansialnya itu. Sebelumnya, Dewan Provinsi Badakhshan telah memperingatkan kelanjutan kontrol Taliban terhadap tambang emas di Raghistan.
Menurut pandangan para pakar politik di Afghanistan, selama sumber-sumber finansial Taliban di berbagai sektor seperti pertambangan, perdagangan narkotika dan penyelundupannya tidak diputus, maka sulit untuk bisa memusnahkan kelompok ini dan membersihkan berbagai wilayah dari keberadaan milisi Taliban.
Serangan terbaru Taliban ke Provinsi Helmand dilancarkan karena wilayah ini merupakan pusat produksi narkotika terbesar di Afghanistan. Taliban menilai Helmand sebagai wilayah yang sangat penting bagi sumber pendapatannya. Dengan demikian, menurut pandangan para pengamat politik, pembebasan tambang emas di kota Raghistan dari kontrol Taliban merupakan kesuksesan penting militer Afghanistan dan pukulan telak terhadap Taliban.
Selama ini, Taliban yang memiliki pendapatan besar mampu menarik pasukan baru dan melancarkan berbagai operasinya. Oleh karena itu, pemutusan sumber-sumber dana kelompok ini akan dapat mengurangi kemampuannya untuk menarik pasukan dan membeli perlengkapan yang diperlukan kelompok tersebut. Terkait hal ini, pemerintah Afghanistan berharap Taliban akan bersedia berpartisipasi dalam perundingan damai.
Kesuksesan lain militer Afghanistan dalam perang melawan Taliban adalah mereka berhasil melemahkan semangat kelompok tersebut menyusul pemutusan sumber-sumber dana dan finansialnya. Sebelumnya, kelompok Taliban mengira bahwa militer Afghanistan akan mengosongkan medan-medan tempur, namun faktanya tidak demikian. Alih-alih meninggalkan medan pertempuran, militer Afghanistan justru menunjukkan semangat dan kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi milisi bersenjata dan anasir-anasir teroris.
Penerimaan peralatan militer baru dan penguatan kekuatan militer Afghanistan menunjukkan bahwa jika peralatan militer baru dan canggih diberikan kepada pasukan Afghanistan, mereka memiliki keingingan yang cukup untuk memberantas Taliban dan kelompok-kelompok milisi lainnya serta kelompok-kelompok teroris.
Sumber-sumber media juga mengabarkan kekalahan besar Taliban di distrik Burka di Provinsi Baghlan. Banyak anggota Taliban dari berbagai provinsi yang berbatasan dengan Provinsi Baghlan juga berhasil ditumpas. Sementara di sisi lain, operasi militer Afghanistan berhasil menangkap Qari Ahmed Khaled, Koordinator Taliban untuk Operasi Pemboman di kota Faryab. Ini merupakan kesuksesan besar lain militer Afghanistan dalam menumpas kelompok tersebut.
Poin terpenting dalam medan-medan perang Afghanistan antara militer negara ini dan Taliban adalah penentangan rakyat Afghanistan terhadap kelanjutan aktivitas kelompok ini. Rakyat Afghanistan menilai Taliban sebagai penyebab kekacauan di negara mereka, di mana kelanjutan operasi kelompok tersebut menimbulkan ketidakamanan dan merusak perdamaian serta menyebabkan penderitaan rakyat.
Pernyataan juru bicara Taliban terkait pembukaan jalan raya Kunduz-Takhar atas permintaan rakyat Afghanistan bisa menjadi contoh dari kekesalan mereka. Taliban menutup jalan raya ini disebabkan operasi perang, namun setelah masyarakat Afghanistan menekan kelompok tersebut, mereka terpaksa membuka kembali jalan raya Kunduz-Takhar. Hal ini membawa pesan penting bagi Taliban bahwa rakyat Afghanistan kini sudah tidak tahan lagi untuk memikul beban dan persoalan akibat perang seperti kehilangan anggota keluarga dan pengungsian. (RA)