Albanese Samakan Pembantaian Anak Gaza dengan "Holokaus"
-
Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki
Pars Today - Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, menyamakan pembantaian ribuan anak di Jalur Gaza dengan tindakan Nazi selama Holokaus.
Kantor berita Fars, Minggu, 20 September 2026, Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki, membandingkan pembantaian ribuan anak di Jalur Gaza oleh Israel dengan tindakan Nazi selama Holokaus.
Mengutip Al-Quds Al-Arabi, Albanese menyampaikan pernyataan ini dalam sebuah tulisan di media sosial "X" sebagai respons terhadap ucapan Sarai Givaty, model Israel, dalam wawancaranya dengan jaringan berbahasa Ibrani "i24".
Pelapor Khusus PBB membagikan ulang sebagian wawancara model Israel tersebut, di mana ia ditanya, "Apakah mungkin saya tidak merasa terganggu terhadap setiap anak di dunia yang menangis?"
Ia dalam jawabannya mengklaim, "Saya terganggu. Namun pada saat yang sama saya memahami bahwa jika kita tidak mengambil tindakan, anak ini akan tumbuh dewasa dan menjadi seorang 'teroris'."
Albanese sebagai respons terhadap pernyataan ini menulis, "Bahwa anak-anak akan tumbuh dewasa, adalah argumen yang sama yang juga diajukan para pejabat Nazi selama Pengadilan Nuremberg untuk membenarkan alasan membunuh anak-anak selama Holokaus."
Albanese selama dua tahun perang di Gaza, telah mengambil posisi yang tegas dalam mendukung warga Palestina dan mengkritik tindakan rezim pendudukan.
Ia karena posisi dan laporannya tentang perang rezim Zionis melawan Jalur Gaza, menghadapi tekanan dan kritik.
Pada Juli 2025, Amerika menjatuhkan sanksi kepada Albanese dan menyatakan alasan tindakan ini adalah upayanya untuk mendorong Mahkamah Kriminal Internasional agar bertindak terhadap pejabat, perusahaan, dan eksekutif Amerika serta Israel.
Sebelumnya juga Washington meminta António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, untuk memberhentikan Albanese dari jabatannya dan menuduhnya "antisemitisme".
Kantor Informasi Pemerintah di Gaza juga pada 24 Agustus lalu mengumumkan bahwa tentara rezim pendudukan sejak dimulainya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, telah membunuh lebih dari 21.500 anak.
"Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk HAM di wilayah Palestina yang diduduki, menyamakan pembantaian ribuan anak di Gaza dengan tindakan Nazi selama Holokaus. Pernyataan ini merupakan respons terhadap komentar Sarai Givaty, model Israel, yang dalam wawancara dengan i24 mengatakan bahwa jika tidak mengambil tindakan, anak yang menangis akan tumbuh menjadi "teroris". Albanese menegaskan argumen "anak-anak akan tumbuh dewasa" adalah argumen yang sama yang digunakan pejabat Nazi di Pengadilan Nuremberg untuk membenarkan pembunuhan anak-anak selama Holokaus."(Sail)