Amnesty International: Tangguhkan Sepak Bola Rezim Zionis dari Kompetisi Eropa!
-
Protes agar Israel tidak boleh ikut bertanding di UEFA dan FIFA
Pars Today - Amnesty International meminta federasi sepak bola internasional dan Eropa untuk menangguhkan federasi sepak bola rezim Israel karena terus mempertahankan kehadiran klub-klub yang berbasis di permukiman Israel dalam kompetisi sepak bola rezim tersebut, dan menilai kehadiran tim rezim ini di Liga Negara-Negara Eropa "tidak dapat dibenarkan".
Melansir IRNA dari situs Middle East Monitor, Rabu, 23 September 2026, Steve Cockburn, Direktur Regional organisasi HAM Amnesty International untuk Urusan Eropa, dalam sebuah pernyataan mengatakan, "Tidak dapat dibenarkan bahwa tim nasional sepak bola putra rezim Israel, meskipun terdapat bukti jelas tentang dukungan berkelanjutan federasi sepak bola rezim ini terhadap permukiman ilegal, berpartisipasi di Liga Negara-Negara UEFA musim gugur ini."
Ia dalam pernyataan ini yang dirilis kemarin (Selasa, 22/9) menambahkan, "UEFA dan FIFA seharusnya menangguhkan federasi sepak bola rezim Israel karena menolak menyingkirkan klub-klub yang berbasis di permukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki."
Cockburn mengatakan kelanjutan kehadiran klub-klub yang berbasis di permukiman dalam liga sepak bola rezim Israel "melanggar statuta FIFA dan hukum internasional".
Ia juga memperingatkan bahwa bantuan keuangan UEFA dan FIFA kepada federasi sepak bola rezim Israel "membawa risiko membantu kelanjutan pendudukan ilegal, permukiman, dan pelanggaran hukum internasional oleh rezim Israel".
Tim rezim Zionis Israel dijadwalkan bertanding di Grup 3 Liga B, bersama Austria, Republik Irlandia, dan Kosovo.
Fase grup kompetisi ini dimulai pada Kamis (24/9) dan menurut pengumuman UEFA, Austria akan menjadi tuan rumah tim rezim Zionis Israel.
Amnesty International mengumumkan bahwa penolakan terhadap kehadiran rezim Israel dalam kompetisi ini meningkat di Irlandia, di mana federasi sepak bola, pemain, aktivis, serikat pekerja, dan politisi menuntut penerapan sanksi, boikot olahraga, atau penangguhan Israel.
Organisasi HAM ini juga mengumumkan bahwa Federasi Sepak Bola Irlandia telah meminta UEFA untuk mengkaji penangguhan tim rezim Israel.
Cockburn mengatakan, "Olahraga tidak boleh pernah berubah menjadi pertunjukan hubungan masyarakat bagi pemerintah yang melakukan kejahatan keji."
Ia menambahkan, "Sementara tim rezim Israel menuju Eropa, keluarga-keluarga Palestina diusir dan dirampas dari rumah-rumah mereka, tanah mereka disita, pohon zaitun mereka dicabut dari akarnya, dan sejarah mereka dihancurkan oleh pemukim dan dengan dukungan tentara Israel."
Cockburn dalam lanjutannya mengatakan, "Olahraga indah ini harus mendekatkan orang satu sama lain, bukan memberikan legitimasi pada tindakan apartheid."
Amnesty International mengumumkan bahwa pada Oktober 2025 dalam surat kepada FIFA dan UEFA telah menuntut penangguhan federasi sepak bola rezim Israel, kecuali klub-klub yang berbasis di permukiman Israel disingkirkan dari kompetisi sepak bola rezim Israel.
"Amnesty International menuntut FIFA dan UEFA menangguhkan federasi sepak bola rezim Israel karena terus mempertahankan klub-klub yang berbasis di permukiman Israel dalam kompetisi domestiknya. Steve Cockburn (Direktur Regional Amnesty untuk Eropa) menyebut kehadiran tim Israel di Liga Negara-Negara UEFA "tidak dapat dibenarkan" dan melanggar statuta FIFA serta hukum internasional. Ia memperingatkan bantuan keuangan UEFA/FIFA berisiko membantu pendudukan ilegal, permukiman, dan pelanggaran hukum internasional."(Sail)