Malaysia Minta Konflik di Suriah Segera Diakhiri
Pemerintah Malaysia memperingatkan konflik berdarah di Suriah yang terus berlanjut dan menegaskan bahwa konflik itu harus segera diakhiri tanpa perlu lagi mencari serangkaian resolusi dan pertemuan atau perundingan, yang pada akhirnya hanya di atas kertas saja.
Berpidato pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Kamis (22/9/2016), Deputi Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, prioritas Kuala Lumpur saat ini adalah mengakhiri penderitaan rakyat Suriah, di mana mereka terpaksa harus menanggung kesengsaraan akibat intervensi kekuatan-kekuatan besar untuk memperkuat pihak-pihak yang bertikai. Demikian dilaporkan IRNA mengutip situs kantor berita Utusan, Malaysia.
“Kami (Malaysia) menyaksikan gambar anak-anak di Suriah yang menjadi korban serangan senjata kimia. Kami kecewa melihat Omran Daqneesh yang dipenuhi debu dan darah duduk dalam ambulans setelah ia dikeluarkan dari reruntuhan rumah keluarganya," tambahnya.
“Kami juga terkejut dengan tindakan keji mengebom sebuah rumah sakit bersalin di kota Idlib, di mana bayi terlempar keluar dari inkubator," tegas Ahmad Zahid.
Malaysia, lanjutnya, selaku anggota Dewan Keamanan menekankan bahwa konflik di Suriah harus segera diselesaikan tanpa perlu lagi diikuti oleh pertemuan demi pertemuan, resolusi demi resolusi, yang pada akhirnya hanya tertuang di atas kertas saja.
Ahmad Zahid lebih lanjut mengatakan bahwa Malaysia benar-benar terkejut dengan serangan terhadap konvoi kemanusiaan PBB di Aleppo, yang menewaskan 12 relawan Palang Merah.
“Serangan terhadap konvoi ini, jelas merupakan sebuah tindakan yang amat menjijikkan ketika mereka ingin membantu para korban perang," tambahnya.
Jumlah korban konflik berdarah di Suriah sejak Maret 2011 sampai sekarang telah mencapai 250,000 orang. Sementara jutaan lainnya terpaksa harus melarikan diri. (RM)