Uni Afrika Bentuk Kelompok Kontak untuk Libya
-
Uni Afrika
Uni Afrika pada hari Ahad (31/1/2016), membentuk sebuah kelompok kontak dari lima kepala negara untuk membantu mengatasi krisis di Libya.
Seperti dikutip laman berita ISNA, Komisioner Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika, Smail Chergui mengatakan, para pemimpin Uni Afrika memutuskan untuk kembali membentuk kelompok kontak tingkat tinggi terkait Libya dengan partisipasi lima kepala negara.
"ISIS sedang bergerak ke arah timur Libya. Dengan menyerang fasilitas minyak seperti di Ras Lanuf, mereka ingin memperluas kehadirannya di seluruh Libya termasuk di wilayah selatan," ujarnya.
Chergui menjelaskan bahwa kelompok kontak bertujuan untuk mendukung upaya-upaya saat ini dan membantu pemerintah persatuan nasional Libya.
"Kami tidak percaya dengan solusi militer untuk krisis Libya. Aksi ini kemungkinan akan mempersulit situasi,” tegasnya.
Sejauh ini belum jelas negara mana saja akan duduk di kelompok kontak Libya, tapi para pemimpin Uni Afrika telah menunjuk mantan Presiden Tanzania, Jakaya Kikwete sebagai utusan khusus dan baru organisasi itu untuk Libya.
Kelompok ISIS dalam tiga bulan terakhir, telah menduduki daerah-daerah penting Sirte dan kantor-kantor pemerintah di kota tersebut.
ISIS membangun sejumlah markas di Libya dengan memanfaatkan kekosongan kekuasaan di negara itu setelah penggulingan Muammar Qaddafi pada tahun 2011. (IRIB Indonesia/RM)