Tensi Ketegangan Antara Rusia dan Barat
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, menilai pendekatan Amerika Serikat dan kekuatan Eropa dalam menciptakan krisis termasuk penggunaan teroris sebagai alat, adalah tindakan yang berbahaya dan ancaman terhadap sistem perdagangan internasional.
Dalam pertemuan untuk membahas Hubungan Rusia-Uni Eropa, Selasa (25/10/2016), Lavrov menyoroti ekspansi militer Barat ke arah perbatasan Rusia dan dukungan mereka kepada kelompok-kelompok teroris serta pengobaran konflik sektarian di wilayah Timur Tengah. Menurutnya, peristiwa-peristiwa itu adalah ancaman terhadap keamanan sistem perdagangan internasional.
Lavrov menegaskan bahwa kebijakan standar ganda AS dan Barat memiliki dampak negatif terhadap keamanan, perdagangan internasional, dan kerjasama konstruktif. Ia juga menyayangkan pemutusan kerjasama kontra-terorisme antara Uni Eropa dan Rusia.
Rusia sudah sering mengkritik kebijakan Barat yang menggunakan isu terorisme sebagai instrumen untuk mencapai tujuan-tujuannya. Dalam perspektif Moskow, berlanjutnya pendekatan itu akan membawa konsekuensi berbahaya bagi keamanan dunia.
Kelompok teroris ingin menciptakan sabotase dalam sistem ekonomi dan perdagangan serta memanfaatkan fasilitas perdagangan untuk memperoleh keuntungan. Masalah ini dapat mengancam sistem internasional terutama di bidang keamanan dan infrastruktur perdagangan dunia. Sebagai contoh, kelompok teroris Daesh menjual minyak hasil jarahan dari sumur-sumur minyak di Irak dan Suriah dengan harga yang sangat rendah, di mana berdampak pada anjloknya harga di pasar dunia.
Barat dan sekutunya di Arab justru mendukung kelompok-kelompok teroris demi memajukan tujuannya dan mereka tidak serius memerangi terorisme. Pada akhirnya, kelompok teroris mampu mengumpulkan banyak dana dan merekrut banyak anggota untuk memperluas operasinya, di mana hal ini tidak terbayangkan sebelumnya.
Dukungan Barat dan para penguasa Arab terhadap kelompok-kelompok teroris khususnya Daesh, dapat menjadi gangguan serius di sektor perdagangan dan ekonomi dunia.
Rusia saat ini memandang dirinya sebagai salah satu dari korban kelambanan pertumbuhan ekonomi global. Negara itu dari satu sisi menghadapi tantangan akibat anjloknya harga minyak dunia dan dari sisi lain, berada di bawah sanksi Barat akibat perseteruan kedua pihak dalam banyak isu.
Sistem perdagangan dan perekonomian dunia sangat tertekan akibat tensi ketegangan yang melibatkan Rusia dan Barat di Eropa Timur dan Suriah serta perang saudara dan konflik militer di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Selain perbedaan pandangan dan pendekatan Rusia-Barat dalam program kontra-terorisme, ketegangan antara Rusia dan NATO juga meningkat tajam di Eropa. NATO sebagai lengan militer Barat, bergerak agresif untuk meningkatkan kehadirannya di Eropa Timur untuk melawan pengaruh Rusia. (RM)