Turki Marah Kurdi Dilibatkan dalam Pembebasan Raqqa
Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus, mengatakan pelibatan pasukan non-Arab (pasukan Kurdi) untuk membebaskan Raqqa, Suriah dari teroris Daesh tidak akan memberikan kontribusi untuk perdamaian.
Dalam sebuah pernyataan, Senin (7/11/2016), Kurtulmus memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak membiarkan perubahan demografi di kota Raqqa setelah pasukan Kurdi melancarkan operasi yang didukung Washington. Demikian dilaporkan kantor berita IRIB.
Pemerintah Turki menganggap kelompok Kurdi Suriah sebagai organisasi teroris dan menuding Unit Perlindungan Warga Kurdi (YPG) sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah melakukan pemberontakan terhadap Ankara selama lebih dari tiga dekade.
Ankara juga mengkawatirkan perubahan komposisi etnis di Raqqa setelah pasukan Kurdi memasuki kota itu.
"Turki tidak ingin menyaksikan Raqqa sebagai sebuah kota yang mayoritas dihuni etnis Arab, diduduki dan dikontrol oleh non-Arab," tegas Kurtulmus.
Menurutnya, legitimasi setelah tersingkirnya Daesh akan menjadi masalah utama bagi AS di Mosul dan Raqqa. "Legitimasi tidak disediakan oleh kelompok teroris bersenjata. Saya pikir pada akhirnya AS akan memahami hal ini," tambahnya.
"Setiap langkah yang diambil oleh unsur-unsur non-Arab tidak dalam kepentingan AS," kata pejabat Turki ini. (RM)