AS; Pencipta Terorisme di Timur Tengah
Vitaly Churkin, wakil Rusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, intervensi Amerika Serikat di Irak dan Suriah berujung pada munculnya Daesh dan kelompok teroris di kawasan Timur Tengah. Churkin juga menyebut Inggris dan Perancis sebagai mitra kejahatan Amerika Serikat di instabilitas Timur Tengah.
Statemen wakil Rusia ini dilontarkan di sidang Dewan Keamanan PBB yang mengkaji transformasi kota Aleppo. Sidang Dewan Keamanan digelar atas prakarsa negara-negara Barat setelah bendera Suriah berkibar di sebagian besar wilayah Aleppo dan kelompok teroris mulai hancur. Kondisi ini sangat mengguncang negara Barat. Sejatinya, negara-negara Barat cepat tampil ketika militer Suriah meraih kemenangan besar melawan kelompok teroris. Hal ini dilakukan Barat untuk membalas kerugian teroris dan sebuah langkah sandiwara di PBB.
Di sidang ini, wakil Amerika Serikat, Perancis dan Inggris menggulirkan klaim pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Aleppo oleh militer Suriah. Samantha Power, wakil Amerika di PBB seraya mengungkapkan klaim berulang dan penuh permusuhan terhadap Suriah, Rusia dan Iran serta tanpa mengindahkan perang Washington dalam menciptakan serta mendukung aksi-aksi brutal teroris di Suriah, malah menuding Bashar al-Assad sebagai pemicu kehancuran negara ini.
Selanjutnya wakil Rusia di PBB dalam sebuah sikap tegasnya mengatakan, “Apa yang membuat Saya takjub adalah statemen wakil Amerika seakan-akan ia adalah Bunda Teresa. Saya berharap ia ingat dirinya mewakili negara mana. AS, Inggris dan Perancis adalah pemicu munculnya Daesh dan ini akibat intervensi mereka di Suriah serta Irak.”
Teroris Daesh sejak tahun 2012 hingga kini berperang melawan pemerintah legal Bashar al-Assad. Teroris sejak Juni 2014 juga mulai melancarkan serangan ke Irak. Mereka selama beberapa tahun ini dengan dukungan penuh Barat mulai muncul di Suriah dan Irak serta mengobrak-abrik wilayah kedua negara ini.
Koalisi internasional anti Daesh pimpinan Amerika yang terdiri dari 40 negara termasuk negara-negara tetangga Irak dan Suriah, meski mengumbar propaganda besar-besaran, namun sampai kini gagal mengalahkan Daesh. Seperti dikatakan wakil Rusia di PBB, tidak mungkin melawan fenomenan terorisme dengan standar ganda. Churkin meyakini bahwa serangan udara Amerika terhadap kelompok teroris di Suriah dan Irak tidak banyak berpengaruh pada pendapatan ilegal dari penjualan minyak dan bahkan malah menciptakan kesulitan bagi warga sipil di wilayah ini.
Dalam hal ini, lembaga perdamaian dan kesejahteraan Amerika (Ron Paul) di laporan terbarunya mengisyaratkan peran Washington dalam memicu krisis dan menyatakan bahwa Amerika mendukung teroris untuk mengobarkan dan mempertahankan api peperangan di Suriah. Menurut lembaga ini, Amerika juga bertindak di luar hukum dengan memberi bantuan militer kepada kelompok teroris.
Sejak awal Amerika mendukung kelompok teroris untuk menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad sehingga Suriah sebagai salah satu poros muqawama di kawasan yang mengancam rezim Zionis Israel dapat dihancurkan atau paling tidak posisinya menjadi lemah. Tindakan Amerika menjatuhkan sanksi kepada pemerintah Suriah dan sebaliknya dukungan Washington kepada teroris dapat dicermati dalam koridor ini.
Wajar jika Amerika di Irak juga berusaha melemahkan negara Islam ini. Amerika dengan kebijakannya bercokol di Irak berusaha mengkoordinir dan memanajemen operasi militer Irak terhadap teroris Daesh. Secara transparan, Amerika memprotes keterlibatan pasukan relawan rakyat di operasi penumpasan Daesh di Mosul. Kinerja Amerika di Irak dan Suriah dengan mendukung teroris menjadi bagian dari strategi Washington menciptakan Timur Tengah Raya di mana berbagai negara dan bahkan mereka yang tidak selaras dengan kebijakan Gedung Putih akan dilemahkan dan dibagi-bagi wilayahnya.
Peran nyata Amerika dan negara Barat di pengobaran krisis Timur Tengah mendorong wakil Rusia di PBB meminta negara Barat memberi bantuan kemanusiaan ke Rusia bagi warga sipil negara ini ketimbang memberi dukungan kepada teroris.
Sejatinya krisis Timur Tengah akan dapat diselesaikan ketika kekuatan haus perang separti Amerika tidak melakukan intervensi dan krisis di Suriah dapat diselesaikan melalui dialog Suriah-Suriah tanpa intervensi asing. (MF)