Erdogan: Teror Istanbul untuk Kacaukan Turki
-
Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki mengatakan, tujuan serangan teror ke sebuah klub malam di kota Istanbul adalah untuk mengacaukan Turki.
Kantor berita Anadolu (1/1) melaporkan, Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, Minggu (1/1) terkait serangan teror di kota Istanbul menuturkan, dengan membunuhi warga sipil, para teroris ingin merusak ketenangan rakyat Turki.
Dalam serangan teror yang dilakukan ke sebuah klub malam di Istanbul di malam tahun baru 2017, sedikitnya 39 orang tewas termasuk 16 warga asing dan 69 lainnya terluka.
Erdogan dalam pesan tahun barunya mengatakan, tahun 2016 diwarnai dengan peristiwa-peristiwa tidak menyenangkan dan Turki menjadi target aksi-aksi teroris.
Presiden Turki menegaskan, tidak ada satu aksi teror pun yang bisa menyimpangkan negara ini dari upaya untuk meraih tujuannya. Ia menyebut kudeta 15 Juli 2016 sebagai sebuah aksi teror terhadap sejarah Republik Turki.
Erdogan menambahkan, sekarang Turki sedang berada dalam sebuah perang baru yang membebaskan dan memerdekakan, dan seluruh faktor seperti persatuan nasional, solidaritas, ekonomi, dan kebijakan luar negeri Turki menjadi target serangan.
Menurut keterangan sumber-sumber media Turki, akibat serangan teror Daesh sepanjang tahun 2016 di negara itu, sekitar 230 orang tewas. (HS)