Pelaku Serangan Teror di Istanbul Berhasil Diidentifikasi
Berbagai sumber Turki mengkonformasi pelaku serangan teror ke sebuah klub malam di awal tahun baru 2017 di Istanbul berhasil diidentifikasi.
Televisi al-Alam mengutip Koran Daily Sabah cetakan Turki melaporkan, pelaku serangan teror Istanbul seorang warga Uzbekistan bernama Abdulkadir Masharipov yang juga dikenal dengan sebutan Abu Muhammed Horasani.
Pejabat Turki tidak memberikan keterangan terperinci di kasus ini. Seperti dilaporkan sebelumnya, seorang pria bersenjata menyerang klub malam Reina yang berada di tepi pantai Selat Bosphorus di Distrik Ortakoy, Turki. Sebanyak 35 orang dilaporkan tewas, dan 40 orang lainnya terluka dalam insiden penyerangan tersebut.
Pria bersenjata itu menembak polisi dan warga sipil saat memasuki klub malam Reina. Klub itu terletak di tepi pantai Selat Bosphorus di Distrik Ortakoy. Distrik tersebut merupakan distrik yang terpadat penduduknya.
Seorang saksi mata, Sahin mengatakan, seorang teroris dengan senjata laras panjang secara brutal dan kejam menembakkan pelurunya ke orang-orang tak bersalah tanpa ampun. "Orang-orang tersebut hanya ingin merayakan tahun baru," katanya, Ahad, (1/1).
Sebanyak 500-600 orang berada di klub malam Reina saat serangan itu terjadi. Penembakan di Reina terjadi pada pukul 1:15 a.m. (7.30 p.m. ET). Sejumlah pengunjung klub terjun ke Selat Bosphorus untuk menyelamatkan diri dari tembakan membabibuta tersebut.
Belasan ambulans dan kendaraan polisi langsung dikerahkan ke klub malam Reina untuk menyelamatkan para korban tembakan. Reina merupakan salah satu klub malam yang terkenal dan sangat populer di kalangan warga lokal maupun turis.
Sementara itu, kelompok teroris Takfiri Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Turki termasuk sponsor utama kelompok teroris di Suriah dan selama beberapa bulan terakhir menjadi target serangan teroris.
Pada bulan Desember tahun lalu, dua ledakan bom di Istanbul yang menarget aparat keamanan Turki menewaskan 44 orang.
Sementara bandara udara Istanbul pada bulan Juli lalu juga menjadi sasaran ledakan bom teror oleh kelompok teroris Daesh. (MF)