Ini Laporan PBB Soal Kejahatan Militer Myanmar Anti-Rohingya
-
Pengungsi Rohingya
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa militer Myanmar telah melakukan pelanggaran luas hak asasi manusia dan terlibat pembantaian massal terhadap sekelompok Muslim di negara itu.
Tasnim News melaporkan, PBB menegaskan, militer Myanmar telah melakukan pembantaian, pemerkosaan dengan ancaman senjata, penganiayaan brutal dan pembunuhan anak-anak Muslim di negara itu.
Dalam laporan itu, PBB telah melakukan wawancara dengan lebih dari 200 anggota keluarga Muslim Rohingya yang lari dari Myanmar ke Bangladesh.
Disebutkan pula bahwa seorang anak berusia delapan tahun dibunuh ketika lima tentara Myanmar memperkosa ibunya.
Sekitar 65 ribu Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh.
Laporan menyedihkan dari PBB itu mencantumkan bahwa separuh dari orang yang diwawancarai mengatakan bahwa salah satu anggota keluarga mereka terbunuh.
Pasukan keamanan dan militer Myanmar telah membakar ratusan rumah, sekolah, pasar, toko, dan masjid Rohingya.
Disebutkan pula, militer Myanmar sengaja membakar rumah warga Rohingya ketika penghuninya masih berada di dalam rumah atau memaksa warga Muslim Rohingya memasuki rumah yang sedang terbakar.
Sekitar 70 ribu pengungsi Muslim Rohingya berlindung di Bangladesh untuk menghindari brutalitas pasukan keamanan, tentara dan kelompok ekstrimis Buddha di Myanmar.(MZ)