Kemarahan Korea Utara terhadap Israel
https://parstoday.ir/id/news/world-i36894-kemarahan_korea_utara_terhadap_israel
Korea Utara mengecam rezim Zionis Israel sebagai pengacau perdamaian yang dipersenjatai dengan nuklir ilegal di bawah perlindungan Amerika Serikat. Pyongyang menyatakan bahwa Tel Aviv menyimpan senjata nuklir yang cukup untuk memusnahkan umat manusia.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Apr 30, 2017 11:51 Asia/Jakarta

Korea Utara mengecam rezim Zionis Israel sebagai pengacau perdamaian yang dipersenjatai dengan nuklir ilegal di bawah perlindungan Amerika Serikat. Pyongyang menyatakan bahwa Tel Aviv menyimpan senjata nuklir yang cukup untuk memusnahkan umat manusia.

Kecaman itu muncul setelah Menteri Peperangan Israel, Avigdor Lieberman menyebut Pemimpin Korut Kim Jong-un sebagai "orang gila" yang bertanggung jawab atas "kelompok gila dan radikal" yang merongrong stabilitas dunia.

Tanpa membuang-buang waktu, Korut langsung mengeluarkan statemen yang menyebut Israel sebagai sumber kejahatan karena perilakunya dan kepemilikan senjata nuklir.

Pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita Korut (KCNA), menyatakan bahwa Lieberman adalah orang kotor dan jahat, yang merupakan bagian dari kampanye kotor rezim Zionis untuk menutupi kejahatannya sendiri.

Jelas bahwa para pejabat Israel ingin memperlihatkan dukungan mereka kepada AS di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea. Israel juga ingin menyesatkan opini publik dunia atas kebijakan imperialisme Zionis dan rasisnya di wilayah Timur Tengah serta kekerasan luas yang mereka lakukan di kawasan ini.

Terlepas dari kegiatan nuklir Korut dan apakah produksi bom nuklir oleh Pyongyang sebagai langkah yang benar atau keliru, siapa yang tidak mengetahui terorisme negara Israel yang dijalankan selama bertahun-tahun dan telah membunuh banyak orang. Sebenarnya, siapa perusak keamanan dan perdamaian global, Korut atau Israel?

Israel menganggap Korut sebagai perusak perdamaian, padahal mereka sendiri menyimpan lebih dari 250 hulu ledak nuklir dan melakukan pembantaian di Jalur Gaza dalam beberapa tahun terakhir. Tidak satu pun lembaga di dunia yang bisa menyembunyikan tindakan anti-kemanusiaan Israel.

Dapat dikatakan bahwa Korut berada pada posisi yang dapat dengan mudah menafsirkan arogansi dan brutalitas AS dan Israel. Dalam hal ini, banyak masyarakat dunia dan sejumlah negara – meski ada pertimbangan tertentu – akan membenarkan sikap Korut.

Opini publik dunia mengetahui bahwa Korut tidak mencaplok wilayah negara lain, tidak memblokade warga negara lain, serta tidak memutuskan aliran air dan makanan kepada mereka.

Apa yang terjadi bertahun-tahun di Jalur Gaza adalah bentuk kekejaman Israel terhadap rakyat Palestina dan Gaza. Anehnya lagi, keberadaan ribuan hulu ledak nuklir di dunia tidak membuat Israel khawatir, tapi kepemilikan senjata nuklir hanya untuk membela diri dan kedaulatan sebuah negara telah menjadikan rezim Zionis khawatir.

Korut mengecam keras tindakan AS yang menyerang pangkalan udara Suriah belum lama ini. Negara itu juga mengutuk perang dan tindakan anti-kemanusiaan yang dikobarkan Israel di Gaza. Alangkah bijaknya jika negara-negara Muslim di Timur Tengah juga mengecam tindakan brutal Israel yang menyerang Gaza dan Lebanon.

Sayangnya, beberapa negara Muslim seperti Turki, justru mengakui keberadaan Israel dan menjalin hubungan diplomatik dengan rezim penjajah al-Quds. (RM)