Front Perang Baru AS-Inggris di Selatan Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i37400-front_perang_baru_as_inggris_di_selatan_suriah
Seiring dengan tersiarnya berita terkait pergerakan baru Yordania, Amerika Serikat dan Inggris di perbatasan Selatan Suriah dengan maksud membuka front baru di wilayah itu, jet-jet tempur Suriah, Rabu (10/5) dini hari menyerang sejumlah posisi kelompok teroris bersenjata Aswad Al Sharqiya dan Liwa Syuhada Al Qaryatain di perbatasan Yordania.
(last modified 2026-02-27T10:04:47+00:00 )
May 10, 2017 18:40 Asia/Jakarta

Seiring dengan tersiarnya berita terkait pergerakan baru Yordania, Amerika Serikat dan Inggris di perbatasan Selatan Suriah dengan maksud membuka front baru di wilayah itu, jet-jet tempur Suriah, Rabu (10/5) dini hari menyerang sejumlah posisi kelompok teroris bersenjata Aswad Al Sharqiya dan Liwa Syuhada Al Qaryatain di perbatasan Yordania.

Sebelumnya, Walid Al Moallem, Menteri Luar Negeri Suriah memperingatkan pemerintah Yordania terkait pengiriman pasukan negara itu ke Suriah dengan dalih untuk memerangi kelompok teroris Daesh. Bersamaan dengan upaya di arena politik untuk menyelesaikan krisis Suriah, front Selatan kelompok teroris Free Syrian Army, FSA di perbatasan Suriah-Yordania, dengan dalih memerangi Daesh, juga sudah diaktifkan.

Kelompok-kelompok bersenjata Suriah yang disebut "moderat" diperkuat oleh para pendukungnya dengan dalih untuk memerangi Daesh dan sehubungan dengan itu, manuver baru di front Selatan Suriah sudah mulai tampak bergeliat. Kelompok-kelompok bersenjata Aswad Al Sharqiya dan Liwa Syuhada Al Qaryatain bergerak di perbatasan Suriah-Yordania dan menyerang markas pasukan pemerintah Suriah.

Bersamaan dengan pergerakan front Selatan, FSA di perbatasan Yordania, pengerahan pasukan baru dengan dalih menggelar manuver di negara itu, juga dilakukan di perbatasan Suriah. Pasukan gabungan Amerika Serikat, Inggris dan Yordania dilengkapi dengan puluhan unit tank dan helikopter ditempatkan di beberapa wilayah di Utara Yordania, Selatan Suriah. Foto-foto yang dipublikasikan media kantor komando operasi bersama Suriah, menunjukkan sejumlah banyak unit tank Challenger dan tank tempur utama (MBT) milik Inggris dan helikopter Cobra dan Black Hawk milik Amerika, ditempatkan di perbatasan Suriah-Yordania.

Berita manuver baru di front Selatan Suriah ini menghiasai halaman-halaman utama media pasca kesepakatan Astana keempat terkait upaya membuka zona de-eskalasi (pengurangan ketegangan) di negara itu. Front Selatan Suriah merupakan salah satu wilayah aman di negara itu berdasarkan kesepakatan Astana dan dalam kerangka kesepakatan tersebut, kelompok-kelompok penandatangan harus mengusir para teroris dari wilayah tersebut.

Manuver di front Selatan Suriah yang dibarengi dengan pengerahan pasukan baru itu, dapat dipastikan tujuannya bukan hanya sekedar merealisasikan kesepakatan Astana.

Sepertinya skenario yang dipakai Turki dengan operasi Perisai Furat di kota Al Bab, Aleppo, Utara Suriah dengan dalih memerangi teroris Daesh dan merupakan pelanggaran kedaulatan Suriah itu, saat ini tengah diulang oleh Yordania dengan kerja sama Inggris dan Amerika di front Selatan Suriah.

Diaktifkannya front Selatan Suriah, FSA yang berbatasan dengan Yordania, mengindikasikan pengulangan manuver militer Turki di Suriah. Jika sampai dilaksanakan, kedaulatan Suriah akan kembali dilanggar dan kesepakatan Astana hanya menjadi bahan olok-olok.

Di sisi lain, Hizbullah, Lebanon, Selasa (9/5) malam menyadari permainan baru di front Selatan Suriah itu dan memperingatkan setiap aksi nekat Yordania, Amerika dan Inggris di perbatasan Selatan Suriah dan mengumumkan, jika kedaulatan Suriah kembali dilanggar, maka ketiga negara itu harus siap menerima dampak beratnya.

Sebelumnya Bashar Al Assad, Presiden Suriah juga mengatakan, kemi memiliki informasi-informasi tentang langkah Yordania menempatkan pasukan di Suriah dengan kerja sama Amerika, dengan dalih memerangi Daesh. (HS)