Menilik Prospek Perdamaian di Afghanistan
https://parstoday.ir/id/news/world-i37688-menilik_prospek_perdamaian_di_afghanistan
Qaribur Rahman Saeed, juru bicara Partai Islam Afghanistan mengkonfirmasikan kontak sejumlah pemimpin politik Taliban baik di dalam maupun luar negeri dengan dewan kepemimpinan partai ini.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
May 16, 2017 11:11 Asia/Jakarta

Qaribur Rahman Saeed, juru bicara Partai Islam Afghanistan mengkonfirmasikan kontak sejumlah pemimpin politik Taliban baik di dalam maupun luar negeri dengan dewan kepemimpinan partai ini.

Qaribur Rahman Saeed menyebut motif kontak Taliban dengan Partai Islam negara ini adalah perundingan untuk mencapai perdamaian. Ia menjelaskan bahwa setelah Partai Islam menandatangani dan menjalankan kesepakatan damai dengan pemerintah persatuan nasional Afghanistan, sejumlah elit politik Taliban menyadari bahwa perang bukan solusi untuk menyelesaikan konflik di negara ini. Oleh karena itu, menurutnya sejumlah pemimpin Taliban ingin memanfaatkan peluang ini dan melalui Partai Islam bergabung dengan proses perdamaian.

Jubir Partai Islam Hekmatyar ini kepada Taliban mengatakan, Partai Islam akan menjamin partisipasi mereka di proses perdamaian yang bersedia bergabung dengan partai ini serta mereka akan memiliki kerjasama yang baik demi menerapkan perdamaian.

Dalam hal ini Televisi Maiwand Afghanistan menyebutkan, Gulbuddin Hekmatyar sang pemimpin partai juga menjalin kontak dengan Taliban untuk mendorong milisi ini bergabung dengan proses perdamaian di Afghanistan. Dalam sebuah acara yang digelar di Istana Kepresidenan, Gulbuddin Hekmatyar seraya menyebut Taliban sebagai saudara,  menghendaki dirinya sebagai mediator antara milisi ini dengan pemerintah persatuan nasional untuk memperkuat perdamaian di negara ini.

Oleh karena itu, sepertinya Hekmatyar telah memulai melaksanakan janjinya untuk mendorong Taliban bergabung dengan proses perdamaian di Afghanistan dan hal ini dapat dicermati sebagai prospek cerah bagi perdamaian dan keamanan di negara ini.

Banyak yang berpendapat bahwa Hekmatyar bukan sosok Pashtun yang terkuat dan begabungnya pemimpin Partai Islam ini di proses peramaian Afghanistan mengindikasikan bahwa waktu dan keinginan rakyat negara ini sepenuhnya berubah. Rakyat Afghanistan bukan saja tidak mendukung perang, bahkan mereka menghendaki kerja sama seluruh kelompok yang mengklaim sebagai pembela kepentingan Afghanistan.

Oleh karena itu, Hekmatyar meski memiliki permusuhan lama dengan Taliban, tetap berusaha memainkan peran penatua di tengah etnis Pashtun dan mendorong milisi bersenjata ini untuk bergabung dengan proses perdamaian. Sepertinya Taliban tengan menghadapi perpecahan di tubuh internal. Sebagian pemimpin Taliban menghendaki perang melawan pasukan pemerintah dilanjutkan dan sejumlah lainnya berupaya bergabung dengan proses perdamaian dengan menggalang kerjasama dengan Partai Islam Hekmatyar.

Oleh karena itu, sepertinya Hekmatyar membutuhkan bantuan seluruh pemimpin Pashtu untuk menyatukan Taliban agar bersedia bergabung dengan proses perdamaian di Afghanistan. Dengan memanfaatkan pengaruh para tetua etnis Pashtu, Hekmatyar akan membujuk Taliban meletakkan senjata.

Semantara itu, peran Pakistan dalam hal ini juga sangat menentukan. Pejabat Afghanistan meyakini bahwa Pakistan masih memanfaatkan Taliban sebagai sarana untuk menekan pemerintah Kabul. Oleh karena itu, jika klaim ini benar maka upaya mendorong Taliban bergabung dengan proses perdamaian akan berhasil ketika pemerintah Islamabad juga setuju dengan upaya ini, namun sepertinya belum ada tanda-tanda dalam hal ini.

Namun begitu argumentasi yang menyebutkan bahwa Hekmatyat dengan mendorong sejumlah pemimpin Taliban baik di dalam maupun luar Afghanistan mampu memperlebar jurang perbedaan dan melemahkan kelompok ini menjadi perhatian elit politik dan keamanan negara ini. Ketulusan sejumlah pemimpin Taliban dengan Partai Islam Hekmatyar tak diragukan lagi mampu mengucilkan sekelompok pemimpin Taliban yang haus perang dan memaksa mereka bergabung dengan proses perdamaian di Afghanistan. (MF)