AS Gagal Pisahkan Pemuda Lebanon dari Hizbullah
-
Hizbullah
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Lebanon mengumumkan, kerja keras Amerika Serikat, Arab Saudi dan rezim Zionis Israel untuk menjauhkan para pemuda Lebanon dari gerakan perlawanan dan menyerah di hadapan musuh, gagal.
Kantor berita Rasa (26/5) melaporkan, Syeikh Ali Daamoush, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Kamis (25/5) menyinggung serangan luas Amerika dan sekutu-sekutunya di kawasan terhadap Hizbullah.
Ia menuturkan, tidak hanya dari sisi keamanan dan militer, bahkan dalam pemikiran dan akhlak, mereka menganggarkan dana jutaan dolar untuk melancarkan perang budaya dan perang lunak terhadap masyarakat Islam.
Ulama Lebanon itu mengenang kegagalan Israel menciptakan jurang pemisah antara rakyat dan Hizbullah tahun 2006 dengan merusak rumah-rumah warga Lebanon.
Syeikh Daamoush menambahkan, Israel yang ketakutan akan kekuatan perlawanan yang terus meningkat dan kemampuan pencegahan Hizbullah, berusaha melucuti senjata Hizbullah dan leluasa menyerang Palestina terutama para tahanan.
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah juga menegaskan bahwa tanggung jawab untuk menjaga keselamatan jiwa Syeikh Isa Qassem, Ulama terkemuka Bahrain ada di tangan rezim Al Saud dan rezim Al Khalifa.
"Aksi-aksi penumpasan unjuk rasa warga Bahrain dan serangan politik serta media terhadap para pendukung perlawanan, tidak akan ada gunanya," ujar Syeikh Daamoush.
Serangan pasukan rezim Al Khalifa terhadap para pendukung Syeikh Isa Qassem di wilayah Al Diraz, menewaskan lima orang, melukai lebih dari 200 orang dan mengakibatkan sekitar 300 lainnya ditangkap.
Syeikh Daamoush juga menyinggung konferensi Riyadh dan menjelaskan, konferensi itu sepenuhnya bertentangan dengan masalah Palestina dan ratusan milyar dolar yang diberikan Saudi kepada Amerika, tidak lain dimaksudkan untuk meminta dukungan Washington atas para penguasa Arab, para diktator dan membantu menyerang Iran dan Hizbullah. (HS)