Negara Asal Teroris yang Tewas di Filipina Diumumkan
-
Militer Filipina di Marawi
Para anasir teroris dari sedikitnya lima negara termasuk di antara delapan warga asing yang tewas dalam pertempuran di kota Marawi, Filipina selatan. Di antara yang tewas itu terdapat seorang warga negara Indonesia (WNI).
Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana pada Kamis (1/6/2017) sebagaimana dilansir kantor berita Reuters mengatakan, para anasir berasal dari Arab Saudi, Malaysia, Indonesia, Yaman dan Chechnya termasuk di antara yang ditemukan tewas di Marawi dalam sepekan terakhir.
Dikatakannya, delapan warga asing yang tewas sebelumnya bertempur untuk kelompok teroris Maute di Marawi. Namun dia tidak menyebutkan lebih detail mengenai identitas kedelapan warga asing, termasuk WNI tersebut.
Di kota Marawi, Mindanao, sejak Selasa (23/5/2017) pekan lalu, militer Filipina memerangi kelompok teroris Maute yang pro-Daesh. Militer Filipina juga membombardir dan menembakkan roket-roket ke tempat persembunyian teroris di kawasan permukiman.
Pemerintah lokal menyatakan, sekitar 2 ribu warga terjebak di wilayah-wilayah yang dikuasai teroris Maute yang telah mengibarkan bendera-bendera Daesh di kota Marawi.
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, telah memberlakukan darurat militer di seluruh wilayah Mindanao untuk merespon krisis Marawi. Krisis Marawi disebut Duterte sebagai awal operasi besar Daesh untuk membentuk pangkalan di Filipina.(MZ)