Irak dan Afghanistan Tukar Pengalaman Hadapi Teroris
https://parstoday.ir/id/news/world-i42150-irak_dan_afghanistan_tukar_pengalaman_hadapi_teroris
Mohammad Hanif Aftar, penasihat keamanan nasional Afghanistan saat bertemu dengan Duta Besar Irak di Kabul, Farazdaq Zuhair al-Ghalay mengatakan, kelompok teroris Daesh setelah mengalami kekalahan besar di Mosul Irak dan Nangarhar, Afghanistan menarget kedubes Irak di Kabul untuk balas dendam.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Aug 03, 2017 10:55 Asia/Jakarta

Mohammad Hanif Aftar, penasihat keamanan nasional Afghanistan saat bertemu dengan Duta Besar Irak di Kabul, Farazdaq Zuhair al-Ghalay mengatakan, kelompok teroris Daesh setelah mengalami kekalahan besar di Mosul Irak dan Nangarhar, Afghanistan menarget kedubes Irak di Kabul untuk balas dendam.

Mohammad Hanif Atmar di pertemuan ini menandaskan, terorisme musuh bersama seluruh umat manusia khususnya musuh rakyat Afghanistan dan Irak. Fenomena buruk ini tidak menginginkan rakyat kedua negara tersebut hidup damai dan sejahtera.

Sementara itu, Farazdaq Zuhair al-Ghalay seraya memuji langkah pasukan Afghanistan memberantas teroris mengungkapkan, "Mereka berhasil menyelamatkan seluruh diplomat dan staf kedubes dan memusnahkan teroris."

Hari Senin pagi (31/7) sekelompok bersenjata menyerbu kedutaan besar Irak di Kabul dan membunuh dua penjaga keamanan. Bentrokan bersenjata di kedubes Irak berhenti setelah empat penyerang tewas. Sementara itu, kelompok teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Serangan Daesh ke kedubes Irak di Kabul merupakan kelanjutan dari program fenomena buruk ini untuk mengobarkan instabilitas lebih besar di ibukota Afghanistan dan unjuk kekuatan di pusat politik negara ini. Daesh sebelum menyerang kedubes Irak, selama beberapa bulan lalu juga melancarkan dua serangan di Kabul.

Di bulan Maret lalu, Daesh menyerang rumah sakit militer Sardar Daud Khan di Kabul yang menewaskan sekitar lima puluh orang. Sementara di bulan Februari, Abu Bakar al-Tajiki, salah satu anggota Daesh meledakkan bom bunuh diri ketika staf Mahkamah Agung Afghanistan keluar dari tempat kerja mereka di Kabul.

Meski pengobaran instabilitas di Kabul oleh Daesh merupakan tujuan utama kelompok teroris ini di Afghanistan, namun serangan Daesh ke kedubes Irak termasuk aksi balas dendam atas serangan besar-besaran rakyat dan militer Irak terhadap fenomena buruk ini di berbagai wilayah Irak termasuk kota Mosul yang diklaim sebagai pusat khilafah Daesh.

Pertemuan penasihat keamanan nasional Afghanistan dengan dubes Irak di Kabul digelar di saat ibukota negara ini menjadi target utama serangan Daesh. Dan yang lebih penting pertemuan ini dapat menjadi peluang untuk menukar pengalaman masing-masing dalam menghadapi kelompok teroris termasuk Daesh yang tengah berusaha menjadikan Afghanistan sebagai basis baru mereka di kawasan setelah terjepit di Irak dan Suriah.

Khususnya militer dan pasukan relawan Irak selama sepuluh bulan mampu merebut kembali kota Mosul yang diduduki Daesh selama tiga tahun dan pengalaman Irak menumpas kelompok teroris ini di Mosul dapat menjadi teladan bagi pemerintah Afghanistan dalam melawan Daesh.

Ada juga pandangan yang menyebutkan bahwa pemerintah Afghanistan harus memanfaatkan kapasitas rakyat untuk melawan Taliban dan Daesh sehingga strategi anti terorisnya semakin efektif. Di sejarah Afghanistan hal ini juga pernah terjadi, ketika partisipasi rakyat dalam melawan ancaman terbuka lebar, kemenangan pasti diraih. Contoh nyata dalam hal ini adalah kekalahan militer Uni Soviet di akhir dekade 80-an. (MF)