Dubes AS Lobi IAEA, Gagalkan Kesepakatan Nuklir
-
Nikki Haley dan Yukiya Amano
Nikki Haley, Duta Besar Amerika Serikat di PBB, Rabu (23/8) melakukan pertemuan tertutup dengan Yukiya Amano, Dirjen Badan Energi Atom Internasional, IAEA di Wina, Austria.
Pertemuan ini, menurut klaim sejumlah pejabat Amerika digelar untuk mereaksi meningkatnya kekhawatiran dunia atas masa depan kesepakatan nuklir Iran, JCPOA dan aktivitas nuklir Tehran. Padahal laporan-laporan IAEA, PBB dan Dewan Keamanan menegaskan bahwa Iran selalu mematuhi seluruh isi kesepakatan nuklir.
Wakil Amerika di IAEA, Laura Kennedy pasca pertemuan Nikki Haley dengan Yukiya Amano dalam pernyataannya, kembali mengulang klaim Washington dan berbicara soal pentingnya mencegah Iran menggunakan bahasa ambigu terkait kesepakatan nuklir.
Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri Iran dalam suratnya untuk Federica Mogherini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dan Dirjen IAEA, menyinggung lawatan Nikki Haley ke Wina dan menilai tekanan Washington atas IAEA melanggar semangat dan isi kesepakatan nuklir, JCPOA.
Kesepakatan nuklir Iran dan Kelompok 5+1 mulai diimplementasikan Januari 2016, akan tetapi pemerintah Amerika sebagai salah satu anggota Kelompok 5+1 selalu melanggar kesepakatan ini.
Presiden Amerika, Donald Trump menyebut kesepakatan nuklir Iran, berbahaya dan menuntut pembatalan kesepakatan tersebut, namun Federica Mogherini menegaskan bahwa JCPOA adalah milik masyarakat internasional dan bukan kesepakatan bilateral yang bisa diubah sepihak. (HS)