PBB: 60 Ribu Rohingya Lari ke Bangladesh
-
Rohingya
PBB hari Sabtu (2/9) menyatakan, Selama delapan hari sejak kekerasan terbaru pecah di Rakhine, sebanyak 60.000 orang etnis Rohingya terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya menuju Bangladesh untuk menyelamatkan diri.
Sehari sebelumnya, Sekjen PBB menyampaikan kekhawatiran atas berlanjutnya kekerasan terhadap minoritas etnis Rohingya di Rakhine.
Antonio Guterres hari Jumat (1/9) menyerukan semua pihak di Myanmar supaya menahan diri dan menjaga keamanan untuk menghindari terjadinya tragedi kemanusiaan di negara kawasan Asia Tenggara itu.
Seiring dengan bertambahnya jumlah tentara Myanmar yang ditempatkan di Rakhine sejak awal Juli lalu hingga kini, gelombang aksi kekerasan terhadap minoritas etnis Rohingya semakin meningkat, sehingga ribuan orang Rohingya meninggalkan tempat kelahirannya menuju Bangladesh untuk menyelamatkan diri.
Sebelumnya terjadi aksi kekerasan terhadap Rohingya di Rakhine pada tahun 2012.
Pemerintah Myanmar menyebut minoritas etnis Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, dan tidak mengakui mereka sebagai warga negaranya, padahal telah berada di negara itu sejak ratusan tahun silam.